Jumat, 05 Juni 2020

CARA CEPAT MENYELESAIKAN DISERTASI

Tulisan ini saya buat bukan karena telah menyelesaikan disertasi dengan cepat.
Bahkan justru sebaliknya, tulisan ini saya buat karena disertasi saya yang sangat molor.



Kali ini saya akan menulis tentang bagaimana pengalaman saya kuliah S3 dan menyelesaikan disertasi. Jadi bagi anda yang sekarang sedang baru daftar kuliah S3 dan membaca tulisan ini, maka mungkin perlu diingat-ingat bahwa anda sekarang harus tetap fokus dalam menyelesaikan studi. sebagai informasi, saya kuliah di salah satu Program Doktor (S3) di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mulai masuk pada tahun 2013. Tulisan ini saya buat pada tanggal 5 Juni 2020, malam Sabtu tepat pada saat anak dan istri baru saja tidur (waktu daftar kuliah S3 saya masih bujangan). Sebelum membuka laptop ini saya sedang asyik bermain hp, dan brwosing sana-sini dan chating dengan beberapa teman lewat whatsapp. Salah satu teman kuliah saya yang sekarang sudah hampir dua tahun menjadi dosen di UNY membuat status tentang akan dilaksanakan konferensi internasional Ilmu Sosial, dan saya menanyakan hal tersebut. Saya tanya hal tersebut wajar, karena saya masih punya tanggungan submit jurnal nasional. Flashback beberapa tahun lalu yaitu 2013, saya diterima Beasiswa Dosen Dalam Negeri (BPDN) dan pilihan saya saat itu adalah Universitas Gadjah Mada. Menyambut perasaan senang maka awal perkuliahan saya semangat mengikuti kuliah, satu per satu mata kuliah. perlu diketahui bahwa kuliah Program Doktor itu matakuliahnya sedikit, jadi total saya menempuh 42 sks, dimana 12 sks matakuliah biasa sesuai dengan bidang ilmu, sedangkan disertasi 30 sks. Semester pertama dan kedua itu ditempuh dengan mengikuti matakuliah umum, seperti filsafat dan lain sebagainya. Seperti pada umumnya, semester 1 dan 2 selalu semangat dan masih ngumpul dengan teman seangkatan. Semester tiga sudah mulai penyusunan proposal disertasi, disini saya sudah mulai diuji dengan kerjaan luar kampus atau lebih sering dikenal dengan mroyek. Karena mengerjakan suatu proyek juga perlu fokus dan menyita waktu, maka saya sering mengacuhkan kuliah. Menurut saya saat ini wajar saja terjadi karena saya dituntut untuk menyelesaikan kerjaan. Tapi efek yang tidak terasa adalah bahwa waktu terus berjalan, sedangkan saya terlena dengan kegiatan di luar kampus. Hal ini membuat saya baru menyelesaikan proposal kompre pada semester 5. jadi bisa dibilang selama semester tiga dan empat saya menganggur dan menikmati uang beasiswa tanpa melakukan kegiatan akademis. Kemudian setelah seminar proposal, saya masih mengulangi hal yang sama dengan semester sebelumnya, sehingga revisi proposal selalu molor, sampai akhirnya masa beasiswa saya habis pada semester 6. Kemudian saya mengambil cuti pada semester 7, dan melanjutkan kembali kuliah semester 8. Setiap kali setelah lepas beasiswa saya kan harus membayar sendiri, dimana per semester adalah 8 juta, selesai membayar saya selalu terlena, dan menganggap bahwa setelah selesai membayar semester berarti tanggung jawab sudah selesai, tanpa dirasa saya memasuki semester ke 11. Dimana saya saat itu, tepatnya menjelang lebaran 2019 saya diberitahu teman seangkatan kalau masa studi habis dan harus lulus pada semester itu juga, karena saya menganggap waktu 2 bulan adalah mustahil untuk menyelesaikan studi sampai wisuda/ujian terbuka maka saya pasrah untuk melepas kuliah saya mungkin dengan status Drop Out. Akhirnya kampus memberikan kelonggaran karena saya pernah cuti sekali sehingga masih diberi kesempatan untuk menyelsaikan studi satu semester lagi. Baru kesempatan terakhir ini saya gunakan dengan sebaik-baiknya. Mulai dari mengerjakan naskah disertasi, kemudian daftar temu promotor, Ujian penilaian, ujian kelayakan, dan sampai pada ujian tertutup pada tanggal 23 Januari 2020. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus, dan saya memilih jalur wisuda dengan kata lain tidak melalui ujian terbuka karena ujian terbuka biayanya mahal. 


Nanti saya lanjutkan lagi nulisnya. Masih mau lanjut nulis jurnal. 

Minggu, 15 Juli 2018

RAMALAN JAYABAYA (katanya)

RAMALAN JAYABAYA (katanya)
1. Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Pulau Jawa berkalung besi.
3. Perahu berjalan di angkasa.
4. Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar kehilangan suara.
6. Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Kuda suka makan sambal.
10. Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak balik.
12. Banyak janji tidak ditepati.
13. Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
14. Orang orang saling lempar kesalahan.
15. Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
16. Yang jahat dijunjung junjung.
17. Yang suci (justru) dibenci.
18. Banyak orang hanya mementingkan uang.
19. Lupa jati kemanusiaan.
20. Lupa hikmah kebaikan.
21. Lupa sanak lupa saudara.
22. Banyak ayah lupa anak.
23. Banyak anak berani melawan ibu.
24. Menantang ayah.
25. Saudara dan saudara saling khianat.
26. Keluarga saling curiga.
27. Kawan menjadi lawan
28. Banyak orang lupa asal usul.
29. Hukuman Raja tidak adil
30. Banyak pejabat jahat dan ganjil
31. Banyak ulah tabiat ganjil
32. Orang yang baik justru tersisih.
33. Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
34. Lebih mengutamakan menipu.
35. Malas untuk bekerja.
36. Inginnya hidup mewah.
37. Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
38. Orang (yang) benar termangu mangu.
39. Orang (yang) salah gembira ria.
40. Orang (yang) baik ditolak ditampik (dipingpong).
41. Orang (yang) jahat naik pangkat.
42. Orang (yang) mulia dilecehkan
43. Orang (yang) jahat dipuji puji.
44. perempuan hilang malu.
45. Laki laki hilang jiwa kepemimpinan.
46. Banyak laki laki tak mau beristri.
47. Banyak perempuan ingkar pada suami.
48. Banyak ibu menjual anak.
49. Banyak perempuan menjual diri.
50. Banyak orang gonta ganti pasangan
51. Perempuan menunggang kuda.
52. Laki laki naik tandu
53. Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
54. Lima perawan lima picis.
55. Duda pincang laku sembilan uang.
56. Banyak orang berdagang ilmu.
57. Banyak orang mengaku diri.
58. Di luar putih di dalam jingga.
59. Mengaku suci, tapi palsu belaka.
60. Banyak tipu banyak muslihat.
61. Banyak hujan salah musim.
62. Banyak perawan tua.
63. Banyak janda melahirkan bayi.
64. Banyak anak lahir mencari bapaknya.
65. Agama banyak ditentang.
66. Perikemanusiaan semakin hilang.
67. Rumah suci dijauhi.
68. Rumah maksiat makin dipuja.
69. Perempuan lacur dimana mana
70. Banyak kutukan
71. Banyak pengkhianat.
72. Anak makan bapak.
73. Saudara makan saudara.
74. Kawan menjadi lawan.
75. Guru dimusuhi.
76. Tetangga saling curiga.
77. Angkara murka semakin menjadi jadi
78. Barangsiapa tahu terkena beban.
79. Sedang yang tak tahu disalahkan.
80. Kelak jika terjadi perang.
81. Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
82. Banyak orang baik makin sengsara.
83. Sedang yang jahat makin bahagia.
84. Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
85. Orang salah dipandang benar.
86. Pengkhianat nikmat.
87. Durjana semakin sempurna.
88. Orang jahat naik pangkat.
89. Orang yang lugu dibelenggu.
90. Orang yang mulia dipenjara.
91. Yang curang berkuasa.
92. Yang jujur sengsara.
93. Pedagang banyak yang tenggelam.
94. Penjudi banyak merajalela.
95. Banyak barang haram.
96. Banyak anak haram.
97. Perempuan melamar laki laki
98. Laki laki memperhina derajat sendiri
99. Banyak barang terbuang buang
100. Banyak orang lapar dan telanjang.
101. Pembeli membujuk penjual.
102. Si penjual bermain siasat.
103. Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
104. Yang tangkas lepas.
105. Yang terlanjur menggerutu.
106. Yang besar tersasar.
107. Yang kecil terpeleset.
108. Yang congkak terbentur.
109. Yang takut mati.
110. Yang nekat mendapat berkat.
111. Yang hati kecil tertindih
112. Yang ngawur makmur
113. Yang berhati hati merintih
114. Yang main gila menerima bagian.
115. Yang sehat pikiran berpikir.
116. Orang (yang) bertani diikat.
117. Orang (yang) bohong berdendang.
118. Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
119. Pegawai tinggi menjadi rakyat.
120. Rakyat kecil jadi priyayi.
121. Yang curang jadi besar.
122. Yang jujur celaka.
123. Banyak rumah di punggung kuda.
124. Orang makan sesamanya.
125. Anak lupa bapa.
126. Orang tua lupa ketuaan mereka.
127. Jualan pedagang semakin laris.
128. Namun harta mereka makin habis.
129. Banyak orang mati lapar di samping makanan.
130. Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
131. Yang gila bisa bersolek.
132. Si bengkok membangun mahligai.
133. Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
134. Terjadi perang di dalam.
135. Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
136. Kejahatan makin merajalela.
137. Penjahat makin banyak.
138. Yang baik makin sengsara.
139. Banyak orang mati karena perang.
140. Karena bingung dan kebakaran.
141. Si benar makin tertegun.
142. Si salah makin sorak sorai.
143. Banyak harta hilang entah ke mana
144. Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
145. Banyak barang haram, banyak anak haram.
146. Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
147. Tapi betapapun beruntung si lupa.
148. Masih lebih beruntung si waspada.
149. Angkara murka semakin menjadi.
150. Di sana sini makin bingung
151. Pedagang banyak rintangan.
152. Banyak buruh melawan majikan.
153. Majikan menjadi umpan.
154. Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
155. Si pandai direcoki.
156. Si jahat dimanjakan.
157. Orang yang mengerti makan hati.
158. Harta benda menjadi penyakit
159. Pangkat menjadi pemukau.
160. Yang sewenang wenang merasa menang
161. Yang mengalah merasa serba salah.
162. Ada raja berasal orang beriman rendah.
163. Maha menterinya benggol judi.
164. Yang berhati suci dibenci.
165. Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
166. Pemerasan merajalela.
167. Pencuri duduk berperut gendut.
168. Ayam mengeram di atas pikulan.
169. Pencuri menantang si empunya rumah.
170. Penyamun semakin kurang ajar.
171. Perampok semua bersorak sorai
172. Si pengasuh memfitnah yang diasuh
173. Si penjaga mencuri yang dijaga.
174. Si penjamin minta dijamin.
175. Banyak orang mabuk doa.
176. Di mana mana berebut menang.
177. Angkara murka menjadi jadi
178. Agama ditantang.
179. Banyak orang angkara murka.
180. Membesar besarkan durhaka
181. Hukum agama dilanggar.
182. Perikemanusiaan diinjak injak.
183. Tata susila diabaikan.
184. Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
185. Rakyat kecil banyak tersingkir.
186. Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
187. Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
188. Dan punya prajurit.
189. Lebar negeri seperdelapan dunia.
190. Pemakan suap semakin merajalela.
191. Orang jahat diterima.
192. Orang suci dibenci.
193. Timah dianggap perak.
194. Emas dibilang tembaga
195. Gagak disebut bangau.
196. Orang berdosa sentosa.
197. Rakyat jelata dipersalahkan.
198. Si penganggur tersungkur.
199. Si tekun terjerembab.
200. Orang busuk hati dibenci.
201. Buruh menangis.
202. Orang kaya ketakutan.
203. Orang takut jadi priyayi.
204. Berbahagialah si jahat.
205. Bersusahlah rakyat kecil.
206. Banyak orang saling tuduh.
207. Ulah manusia semakin tercela.
208. Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
209. Orang Jawa tinggal setengah.
210. Belanda Cina tinggal sepasang.
211. Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
212. Si hemat tidak mendapat bagian.
213. Yang mendapat bagian tidak berhemat.
214. Banyak orang berulah dungu.
215. Banyak orang limbung.
216. Lambat laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

Tulisan ini saya dapatkan dari group wa di hp saya. Jadi belum diketahui sumbernya.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 25 Februari 2017

Link jurnal

Assalamualaikum. WW. Salam UHAMKA menulis.

Penulis hebat adalah juga pembaca yg baik.
Bapak/Ibu yg butuh  Research paper or Books
Silahkan cari di laman berikut
1) http://gen.lib.rus.ec
2) http://sci-hub.org
3) http://sci-hub.cc
4) http://sci-hub.bz
4) http://search.crossref.org
5) http://booksc.org/
6) http://libgen.io/
7) http://gen.lib.rus.ec/scimag/
8) http://airccj.org/csecfp/library/index.php

for text books , these are the links
1) http://libgen.org/
2)http://gen.lib.rus.ec/
3) http://en.bookfi.org/
4) http://lib.freescienceengineering.org/
5) http://bookza.org/
6) http://bookzz.org/

Free Download Fulltext Articles From Journals and Ebooks......

Untuk yang open akses, terdapat beberapa pilihan yang bagus :

1. Directory of Open Access scholarly Resources (ROAD)
http://www.kopertis12.or.id/2016/03/13/directory-of-open-access-scholarly-resources-road.html
Terdapat 13.745 open access resources dari 150 Negara siap diunduh, terdiri dari: 13.062 journal diantaranya 2.625 yang terindex Scopus 240 Academic Repositoriies 202 Monographic Series 126 Conference Proceeding 103 Scolarly Blogs.

2. Indonesia OneSearch by The National Library of Indonesia, 2016
http://www.kopertis12.or.id/2016/02/12/indonesia-onesearch-by-the-national-library-of-indonesia-2016.html
Terhimpun Journal dan ebook dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Terdapat 2.734 Journal reputasi berbagai bidang ilmu, sebanyak 21.473.752 artikel jurnal full text avaiable SIAP DIUNDUH, tanpa perlu login.

3. Journals with Open Access options
http://journalfinder.elsevier.com
Dengan mengisi kata kunci title dan abstrak dan conteng kotak Filter : Limit to journals with Open Access options.

4. OAJ terindex Scopus yang dikelola Elsevier/Sciencedirect
http://www.sciencedirect.com/science/journals/all/all-open-access
Kelihatannya terdapat 2.282 jurnal, namun hanya Edisi tertentu dari jurnal tsb yg free.

5. OMICS Open Access Journals
http://www.omicsonline.org/open-access-journals-list.php
OMICS Internasional is current managing 700 + Open Access Journals in field of Clinical, Medical, Life Science, Pharma, Environmental, …

6. IEEE Xplore Digital Library
http://ieeexplore.ieee.org/Xplore/home.jsp

7. Browse Journals-Wiley Open Access
http://www.wileyopenaccess.com/view/journals.html

8. Directory of Open Access Journals
https://doaj.org

9. Open Access Journals Search Engine (OAJSE)
http://www.oajse.com

10. BookSC
The world’s largest scientific articles store. 50,000,000+ articles for free.
http://booksc.org/

11. Portal e-journal langganan Kemristekdikti
ProQuest: http://search.proquest.com
Cengage: http://infotrac.galegroup.com/itweb
– Untuk Pencarian Terpadu: http://ristekdikti.summon.serialssolutions.com
Untuk peroleh username dan password ikuti ini:
http://simlitabmas.dikti.go.id/ejournal/Default.aspx

Entah benar apa nggak, saya hanya ingin menyimpan informasi tersebut untuk pribadi. Semoga bermanfaat.

Jumat, 30 Desember 2016

Kumpulan Materi Geografi

http://hiperbola-indonesia.blogspot.co.id/2015/10/materi-kebumian-lengkap_6.html?m=1
Silahkan menuju link tersebut.

Minggu, 25 Desember 2016

Cerita Bagaimana saya Berhenti Merokok

Kali ini saya akan menulis kenapa saya berhenti merokok.
Jadi dulunya saya termasuk perokok kelas bantam. Hehe, kelas bantam menurutku ini jadi kategori sedang. Perokok berat bukan, perokok ringan juga bukan. Saya mulai menghisap rokok sejak SD. Dulu waktu sama temen2 sepermainan di kampung. Biasanya main bergerombol dengan teman seusia. Yang namanya anak-anak pasti rasa pingin taunya besar, begitu juga dengan rokok. Waktu mencoba berbagai merk rokok maka yang paling disukai waktu adalah rokok kansas mint. Karena rasanya yang seger di mulut kali ya... Dulu waktu merokok kami mencari tempat yang paling aman dari pantauan orang tua. Sering kami merokok di pinggir sungai, bahkan habis ngaji malam gitu kami merokok sambil naik diatas pohon gitu. Kebiasaan itu lama kelamaan kami jalani, meskipun tidak tiap hari. Tapi kami selalu melakukan. Dan bahkan ketika ada teman yang sudah dikhitan kami anggap sebagai yang sudah dewasa. Biasanya di tempat teman yang dikhitan diadakan arisan buat anak kecil, semacam menyumbang buatbyang dikhitan. Kami menyebutnya arisan waktu itu. Disitulah kesalahan tuan rumah memberi hidangan rokok kepada anak anak yang masih kecil. Dan tanpa ampun mereka akan menghabiskan rokok yang dihidangkan tersebut.
Usia smp saya sudah mengurangi intensitas rokok, tapi bukan berarti tidak pernah sama sekali. Usia ini saya sudah gak begitu sering main sama teman seusia di lingkungan rumah. Usia SMA mulai kembali, mungkin ada perasaan sudah dewasa dan sudah berani merokok di depan umum makanya merokok menjadi suatu kebiasaan pembuktian diri kepada masyarakat bahwa saya sudah besar. Tanpa mengetahui bahwa rokok tersebut merupakan candu yang sulit dilepas nantinya. Saya sudah berani merokok di depan umum, meskipun belum berani di depan orang tua. Intensitas menghisap rokok sudah meningkat, selera merk rokok juga sudah punya. Padahal disitu letak candu dimulai. Kebiasaan setelah makan harus merokok, ungkapan teman kalau habis makan tidak rokokan seperti ditampar mertua perlahan lahan sudah menjadi ungkapan yang punya syarat akan ketergantungan cengan rokok. Hingga saat kuliah S1 saya sudah berani merokok di depan orang tua. Sungguh rokok sudah menjadi kebiasaan individu yang menjadi budaya masyarakat. Teman teman saya kebanyakan merokok, sampai yg tidak merokok biasanya saya ejek. Tapi ya begitulah, ketika tidak punya uang atau lagi kehabisan rokok di tengah malam dan pada waktu itu belum ada indomart atau toko yang buka sampe malam, maka kadang puntung rokok menjadi "emas" di tengah malam saat kehabisan rokok apalagi lagi lembur tugas. Kebiasaan itu berlanjut sampai saya menempuh s3.
Cerita berhenti merokok saya ketika akhir februari 2016, tepatnya tgl 29. Saya lagi di Lombok untuk mengerjakan program dari dinas. Ketika disana saya lagi sakit meriang, panas, flu, batuk. Ketika lagi meriang saya mencoba untuk merokok yang masih tersisa di bungkus dari pembelian hari sebelumnya. Namun saat merasakan rokok tersebut rasanya hambar, tidak enak dan saya tidak menikmati rokok itu. Hingga terpikirkan oleh saya mungkin ini waktu yang tepat untuk berhenti. Hal ini mungkin juga didasari oleh perasaan jenuh terhadap kegiatan merokok selama yang saya alami. Sehingga saya pada hari itu juga berniat untuk berhenti. Ketika masih di Lombok, kondisi badan sudah mulai membaik. Kalau dulu, ketika badan sudah mulai membaik maka rokok menjafi pelamoiasan atas kondisi sebelumnya yang tidak enak merokok. Tetapi kali ini saya harus melawan rasa itu, dan alhamdulillah sejak 1 maret 2016 sampai saat ini saya menulis di blog hari ini (25 desember 2016) belum pernah mencicipi rokok lagi. Meskipun teman teman mencibir atau mengejek saya karena tidak merokok tetapi saya sudah mempunyai tekat yang bulat untuk berhenti. Sampai akhirnya bapak saya juga ikut berhenti. Yang saya rasakan ketika berhenti merokok yaitu, di dada lebih fresh dan lebih segar. Dulu waktu masih merokok di dada itu rasanya panas. Untungnya saya tidak pakai terapi berhenti merokok seperti yang banyak orang lakukan, sekali berhenti ya berhenti.  Juga saya tidak ada penyakit yang menyebabkan berhenti merokok seperti sakit jantung atau paru-paru. Semua itu saya anggap sebagai karunia aja, meskipun didalamnya ada tekatan dari pribadi untuk berhenti merokok. Tulisan ini bukan untuk mengajak anda berhenti merokok, cuma saya gunakan ketika ada orang tanya kenapa kok bisa berhenti merokok. Maka akan saya suruh untuk membaca blog saya ini daripada saya harus menjelaskan panjang lebar, tapi dari dalam pribadi mereka tidak niat berhenti. Karena saya memahami bahwa candu dari rokok itu emang luar biasa susah ditinggalkan, jadi menyuruh orang berhenti merokok itu kadang perbuatan tidak berguna, malahan itu akan menjadi bomerang bagi penyuruh karena akan mendapat alasan alasan yang diluar sepemahaman penyuruh.

Minggu, 30 Oktober 2016

DAFTAR KOSAKATA BAHASA SANSEKERTA

BAHASA SANSEKERTA



Kata-kata bahasa Sansekerta ini saya copy dari blognya Janadarna mungkin dari beberapa teman membutuhkan kosakata bahasa sansekerta. Meskipun tidak lengkap tapi sedikit membantu dalam mengartikan beberapa kata yang belum kita ketahui maksudnya. Bahasa Sansekerta Merupakan bahasa nenek moyang orang Jawa, sampai sekarang saya tidak pernah menemui orang jawa bercakap-cakap atau mengobrol kesehariannya menggunakan bahasa sansekerta, tetapi bukan berarti bahasa sansekerta hilang begitu saja. Bahasa sansekerta digunakan oleh orang jawa dalam pemberian nama anak mereka, misalnya Aditya ; orang yang pandai dan bijaksana, maka bahasa sansekerta digunakan untuk menghindari penyebutan nama dengan kosakata sehari-hari bahasa jawa ngoko. 

A
Abhinaya;semangat
Abhipraya ; mempunyai harapan
Abhirama ; menyenangkan
Abhista ; dinginkan
Abhitah ; pemberani
Abyakta ; berkembang
Abyudaya ; makmur
Acalapati ; paling tinggi
Acarya ; pendidik, pengajar, guru
Acintya ; melampaui segalanya
Aciraba ; paling cepat
Adhidrawa ; cairan yang unggul
Adhigana ; golongan unggul
Adhikari ; istimewa
Adhimukti ; bersemangat
Adhipramana ; penguasa pertama
Adhirajasa ; tangguh
Adhyasta ; pengawas
Adi ; unggul/besar
Adibrata ; tingkah lakunya yang unggul
Adicandra ; rembulan yang indah
Adika ; yang terbaik
Adil ; tidak memihak
Adinata ; paling unggul
Aditya ; orang yang pandai dan bijaksana
Adiwangsa ; mulia
Adun ; elok
Adwaya ; tunggal
Adwitiya ; tidak ada duanya
Adyatma ; anugrah hidup
Adyuta ; menerangi
Agata ; datang/tiba
Agni ; api/panas
Agnimaya ; hangat
 Agra ; paling tinggi
Agrapana ; sumber hidup yang utama
Ahwaya ; hubungan, gabungan
Aksata ; tidak terputus
Akusara ; sukses, yakin, pasti
Anabela ; penuh kekaguman
Anaga ; seperti naga
Anagata ; masa depan
Anala ; badan, tubuh
Ananta ; tanpa batas
Anantara ; tanpa jarak
Anargya ; tidak terhingga nilainya
Angga ; tubuh, anggota badan
Anggara ; hari selasa/wewangian
Anggaraksa ; tongkat
Anggasta ; bersemanyam
Ani ; bingkai/selimut
Anjali ; penghormatan
Anjana ; perintah
Antar ; berani dalam peperangan
Antargata ; tersembunyi, terlindung
Antari ; angin
Antarlina ; melekat/menghilang
Antya ; paling akhir
Anubhawa ; kewibawaan
Anucara ; sahabat
Apsara ; meluncur, berjalan di atas air
Apta ; cerdas/lengkap/terhormat
Aptana ; mempunyai kepandaian
Aptanta ; selalu dihormati
Apti ; memperoleh/mencapai
Aradhana ; perdamaian, penghormatan
Arakata ; pelindung
Arana ; tumbuh-tumbuhan
Ararya ; golongan bangsawan
Ardhani ; suci
Ariti ; perunggu
Arjuna ; putih
Arkana ; berhati terang
Arkananta ; selalu diterangi
Arnawama ; samudra
Arsa ; kegembiraan
Arsanta ; dalam kegembiraan
Arsanti ; berhati gembira
Arsawati ; berpikir gembira
Arsono ; selalu gembira
Aruna ; merah
Arya ; bangsawan/tegas/tegap
Aryaguna ; bersifat mulia
Aryan ; daun pembungkus
Aryanta ; berhati tegas
Aryanti ; bersifat tegas
Aryasatya ; kemuliaan
Aryasuta ; putra terhormat
Asaba ; menggosok
Asadha ; pertengahan tahun
Ascarya ; tampil kedepan
Asep ; dupa wangi
Aseta ; tidak putih
Asma ; nama
Asmara ; dalam cinta
Asti ; permata
Astra ; senjata
Astramaya ; bersenjata
Astula ; luas
Astunkara ; mengiyakan
Aswa ; kuda
Aswadi ; kuda indah
Aswatama ; kuda yang hebat
Aswattha ; pohon beringin
Asweta ; keputih-putihan
Aswin ; pandai mengobati; tampan
Atharwa ; mantra penolak bahaya
Awahita ; penuh perhatian
Awyati ; langit
Ayatana ; melaksanakan

B
Babad ; tempat yang bersih
Babar ; mengembang; berhamburan
Babil ; suka membantah
Bacinah ; halaman istana
Badam ; pohon ketapang
Badama ; perang/senjata
Badasa ; tumbuh-tumbuhan berduri
Badi ; abadi/kekal/sehat
Badianto ; terselubung kesehatan
Badijan ; benar-benar sehat
Badiman ; laki-laki sehat
Badimin ; mohon kesehatan
Badiono ; dalam keadaan sehat
Badiran ; namanya abadi
Baghala ; kambing jantan
Baghali ; kambing betina
Bahiri ; ikat pinggang
Bahiscara ; tampak di luar
Bahulocana ; sangat hati-hati
Balakosa ; kekuatan dan kejayaan
Bali ; persembahan
Balin ; prajurit kehormatan
Balinda ; bijaksana
Balindra ; berbakti kepada atasan
Baluh ; bantuan
Baluku ; beruang yang sangat kuat
Balun ; menggulung
Bama ; sebelah kiri
Bana ; anak panah
Barat ; ulat, logam
Barata ; ulat, logam
Baruna ; samudra
Basanta ; musim bunga, kekuasaan yang dalam
Basita ; terkenal
Baswara ; berkilau, bercahaya
Bata ; prajurit
Batra ; anggota badan
Baudenda ; hakim
Bawika ; bermaksud baik
Baya ; kemungkinan
Bayanaka ; luar biasa
Bayu ; angin/udara/tarikan nafas
Bendara ;pengelola harta benda
Beno ; mengkilap, berseri
Bhadra ; selamat
Bhadrasana ; bermeditasi
Bhadrika ; gagah berani
Bhama ; nafsu
Bhamakerti ; berwajah tampan
Bhamana ; kaum bangsawan
Bhanu ; sinar/cahaya/terang
Bhrukuti ; bulu mata, alis
Birah ; ubi talas
Bisar ; jinak
Bono ; ramah tamah dan sopan santun
Brahma ; mantera suci
Brahmacari ; tetap suci dan murni
Brahmana ; bertindak suci
Braja ; halilintar, petir
Brama ; suka marah
Bramanta ; pengembara
Bramanty ; ksatria perang
Bramara ; lebah
Bramaraka ; rambut ikal
Bramawisata ; gemar berpergian
Brisadi ; tenda
Buat ; hebat
Bubul ; terbuka
Buntala ; tombak tajam
Buntara ; bersemangat, bergelora
Buraksa ; pohon beringin, kuda bersayap
Buwaca ; pertunjukan
Byakta ; nampak nyata
Byuha ; garis perang

C
Cadudasa ; cemerlang
Cakiyar ; ayam hutan
Calya ; tanpa cacat
Camana ; permandian suci
Camani ; air suci
Camara ; sapi jantan
Camari ; anjing
Canda ; bernafsu
Candani ; batu pualam
Canna ; tongkat cacat
Cantaka ; burung air
Carani ; bangunan indah yang kecil
Carmi ; kaca
Carola ; siap bertempur
Catra ; payung kebesaran raja
Catrasamba ; tangkai payung
Caturasmi ; empat nama
Catwari ; empat bagian
Caweni ; kain putih
Cawi ; burung srigunting
Cawuta ; jenis pakaian
Caya ; bayang-bayang/kilauan cahaya
Cayadewi ; bayangan bidadari
Cedar ; anjing buas
Cedit ; mematuhi perintah
Cekah ; terbelah
Cekeh ; melindungi
Celih ; menghindari bahaya
Cembul ; hitam
Cetta ; berpengetahuan luas
Chaitra ; pertigaan tahun
Chanda ; nyanyian suci
Chandra ; unggul, terkenal eminent, illustrious
Cheda ; belahan
Chedana ; memotong, membelah
Chesta ; tingkah laku
Chindaga ; pandan wangi
Cidra ; celah
Cihna ; sifat khas
Cindaga ; pandan wangi
Cita ; onggokan kayu
Citra ; beraneka warna
Citrakara ; pelukis
Citraloka ; catatan sejarah dunia
Citrani ; terselubung lukisan
Citrapata ; lembaran hidup
Citta ; maksud hati, pikiran
Codayati ; mengkritik
Codya ; meminta dengan paksa
Codyani ; menyetujui permintaan
Codyawacani ; berkata dengan perlahan-lahan
Cokli ; kulit tiram
Coli ; senjata tertentu
Conary ; bijaksana
Condita ; terpaksa
Cora ; dalam kegelapan
Cremin ; kaca hias
Cucur ; burung elang
Cula ; jambul naga
Cumbana ; mencium
Cumbanarasa ; kenikmatan bersenggama
Cumbita ; senTuhan lembut
Cundamani ; permata terbaik
Cunduk ; bertemu
Cuni ; permata
Curirana ; enggan bertempur
Curnita ; menyatukan
Curtina ; menyatukan
Cuta ; pohon mangga
Cutajanma ; lahir terbelah
Cwalika ; bangsa colamandala
Cyuta ; keluar

D
Dadar ; pakaian khusus, tampak
Daegal ; lahir pada waktu fajar
Dagdha ; tahan api
Dahayu ; cantik
Dahup ; cuci muka
Dakara ; sepanjang masa
Daki ; seperti laki-laki
Daksa ; cakap, ahli
Dala ; daun bunga
Dalana ; pada jalannya
Dalima ; buah delima
Dalu ; sangat besar
Daludin ; sebangsa ikan
Dama ; ikatan budi, cinta kasih
Damas ; kain sutera
Damayanti ; terpuji hatinya
Dami ; serasi
Damianto ; dalam keserasian
Damijan ; benar-benar serasi
Damilah ; tampak serasi
Damilan ; bertambah keserasiannya
Daminah ; mempunyai hati yang serasi
Damiono ; mempunyai keserasian
Damirin ; senang keserasian
Damodara ; yang bertali melilit pinggang
Damu ; air pencuci
Dan ; bersiaga
Danabrata ; tingkah laku, dewa kekayaan
Danadipa ; raja kekayaan
Danadyaksa ; penjaga kejayaan
Danakirti ; kekayaan dan kemasyhuran
Danakitri ; kemasyuran
Danapati ; rajanya kekayaan
Danasura ; orang yang sangat dermawan
Dandani ; mempersiapkan
Danendra ; raja yang kaya raya
Daniswara ; raja yang masyhur dan kaya raya
Danta ; gading gajah
Danur ; memanah/membidik
Danurwenda ; ahli membidik
Dara ; istri
Darana ; memusatkan pikiran
Darani ; bumi, tanah, sejenis mantra
Darba ; ikatan
Dardura ; katak
Dari ; mulut goa
Darpa ; kebanggaan
Darpani ; merasa bangga
Darsana ; terang penglihatannya
Darsi ; berisikan kedamaian
Darsiati ; damai hatinya
Dartoyo ; berhati jernih
Darun ; berjalan terus
Darya ; berbudi, pendapat
Dawala ; putih menyilaukan
Dawut ; berangkat
Daya ; pusat perasaan
Dayita ; kekasih
Dewani ; terselubung kemuliaan
Dewari ; muda dan mulia
Dewati ; berhati mulia
Dharma ; welas asih
Dihyan ; matahari
Dimas ; yang terkasih
Dimaz ; yang terkasih
Diyanti ; berhati matahari
Donahue ; prajurit yang tangguh
E
Ebuh ; kabut
Edok ; menempatkan diri
Emi ; unggul
Enda ; terakhir
Enes ; sendiri
Esrtungkoro ; kesanggupan menghadapi masalah
Estungkara ; kesanggupan menghadapi masalah

G
Gahyaka ; nama pujian
Gajahsora ; perkasa tenaganya
Gajendra ; perkasa
Gala ; meraung
Galar ; ramalan
Gama ; perjalanan
Gamadi ; pengelana
Gambira ; sungguh-sungguh
Gamel ; menguasai
Gana ; pasukan
Gandara ; kelompok nada suara
Gantari ; menyinari
Gardaba ; keledai
Gardana ; berjiwa pengawal
Gardapati ; pengawal berani mati
Garga ; pendeta
Garjita ; membanggakan
Garwa ; bangga
Garwita ; bangga sekali
Gasita ; dihabiskan
Gasti ; cepat
Gastiadi ; baik kecepatannya
Gastiasih ; dicintai karena kecepatannya
Gata ; telah pergi
Gatawati ; telaga
Gati ; tindakan
Gatra ; anggota tubuh
Gatra ; calon mahluk, anggota
Ghataka ; penyanyi keliling
Ginanita ; menghitung
Gita ; nyanyian/lagu
Gitarja ; nyanyian riang
Gora ; dahsyat
Graha ; buaya
Grahita ; perasaan

H
Hamdri ; menghitung emas
Hanasta ; menguasai
Hansa ; angsa
Hara ; untaian mutiara
Haraka ; pembagian
Harana ; pembawaan
Hari ; singa/dewa wisnu
Harsa ; kegembiraan
Harsani ; tajamnya kegembiraan
Harsanto ; kegembiraan yang dalam
Harsaya ; timbul dari kegembiraan
Harsika ; untuk kegembiraan
Hasita ; tertawa
Hassya ; kegembiraan
Hasta ; tangan
Hasti ; gajah
Hastin ; redup, mata gajah
Hastinah ; berbesar hati
Helga ; saleh
Hemanta ; musim dingin
Hematala ; dari daerah pegunungan utara
Hira ; intan
Hiranya ; seperti emas
Hita ; keuntungan

I
Ibha ; gajah
Ibhakara ; belalai gajah
Ica ; kehendak hati
Ihatra ; di dunia ini
Iksu ; tebu
Ina ; matahari pagi atau senja
India ; sungai
Indurasmi ; sinar rembulan
Ira ; gerakan
Ista ; dikehendaki
Istahal ; bagian yang dikehendaki
Istahar ; kehendak hidup

J
Jagaddhita ; kesejahteraan dunia
Jaghana ; bagian yang paling dalam
Jagratara ; selalu waspada
Jaladhi ; samudera
Jamanika ; tirai, tabir
Jampana ; tandu
Janaloka ; dari dunia manusia
Janardana ; menggairahkan
Janari ; muda
Janggala ; gersang
Janitra ; berderajat tinggi
Janma ; yang dilahirkan di dunia
Jantaka ; menjelma
Japa ; doa
Japari ; selalu berdoa
Jara ; lanjut usia
Javas ; cekatan
Jaya ; kemenangan, berhasil
Jayasri ; kemenangan yang cemerlang
Jayatsu ; semoga dia menag
Jina ; pemenang
Jingga ; merah terang
Jitaksara ; ahli sastra
Jiwanta ; dalam ketenangan hidup
Jiwatrisna ; ingin hidup
Jiyah ; pujian suci

K
Kama ; cinta, kasih sayang
Kamala ; teratai
Kamini ; wanita penuh kasih sayang
Kampa ; getaran
Kampana ; mempunyai getaran
Kanaka ; emas
Kanistha ; termuda
Kanta ; batas
Kara ; sinar cahaya
Kardi ; pekerjaan, kegiatan
Karma ; nasib
Kartala ; seberkas sinar, penerangan
Karunya ; perasaan belas kasihan
Karya ; pembina
Kasir ; panji, bendera
Kasmala ; patah semangat
Kastara ; termashur
Kasyapi ; bumi
Kasyara ; termasyhur
Katara ; dahsyat
Kathana ; dongengan
Kawaca ; baju perang
Kawanda ; awan
Kawi ; pujangga
Kawindra ; rajanya pujangga
Kawiswara ; yang mulia
Kawiwara ; pujangga terkenal
Kawuk ; suara gagak
Kaya ; tubuh, badan
Kayana ; dermawan
Kenzie ; peminpim yang bijaksana
Kesawa ; berambut panjang dan indah
Kewala ; sendiri
Kirana ; sinarnya cantik dan molek
Kumba ; belangga
Kunudhani ; nama yang dipuji
Kurantaka ; kain tenun berwarna kuning
Kusala ; malas
Kyati ; nama yang harum

L
Labda ; telah mencapai tujuannya
Labdagati ; berhasil, sukses
Labdajaya ; mencapai kemenangan
Labdawara ; telah menerima pemberian anugerah
Ladin ; nama bunga
Laksita ; terkenal
Laksmi ; asri, cantik, mustika
Laksmiwati ; cantik rupawan
Lalita ; yang berharga
Lamont ; ahli hokum
Lastana ; nampak kecepatannya
Lastini ; kemauannya ingin cepat
Locana ; mata
Lohita ; berwarna merah
Loka ; dunia
Lokatara ; luar biasa
Lokeswara ; raja dunia

M
Maadyama ; bermutu sedang
Madhuswara ; bersuara merdu
Madya ; tengah
Madyama ; bermutu sedang
Magada ; penyanyi
Mahacara ; bermurah hati
Mahatma ; berjiwa besar
Maheswari ; bidadari
Mahidana ;pemberian tanah
Mahidara ; gunung
Mahija ; putra bumi
Mahitala ; permukaan bumi
Mahogra ; sangat kuat
Mana ; kebanggaan
Manda ; lemah lembut
Mandaka ; menghiasi
Mandakini ; anak sungai
Mandara ; gunung laut
Mandasari ; gerakannya lemah lembut
Mandira ; bangunan suci
Mandra ; lemah lembut, halus
Mandrakanta ; maju perlahan
Marga ; jalan, sarana, jalan untuk mencapai
Margana ; anak panah
Moktika ; mutiara
Monasrita ; pendiam

N
Nadi ; sungai
Nala ; jantung hati
Nalini ; bagus, kesayangan
Nandana ; anak laki-laki
Nandini ; lembu putih
Nanditama ; tukang emas
Naranta ; berbunyi gemerincing
Nararya ; yang dimuliakan
Narasnama ; namanya suci
Nareswari ; permaisuri
Nari ; wanita
Narma ; hiburan
Nasika ; hidung
Nastapa ; mengenaskan
Nastari ; terus menerus
Nasti ; tidak, tidak ada
Nata ; raja, pemimpin
Nataka ; diangkat, diresmikan
Natha ; pelindung
Nawa ; ke sembilan, sembilan
Nawami ; yang ke sembilan
Naya ; tingkah laku
Nayaka ; prajurit, pengawal
Nayottama ; kebijaksanaan yang unggul (utama)
Nidhana ; pandai menyimpan
Nipun ;pandai, cerdik
Nirada ; pemberi air; awan
Niratmaya ; tidak memiliki pribadi
Nirbana ; kebahagiaan yang sempurna
Nirbaya ; tidak gentar, berani menghadapi bahaya
Nirbita ; tidak mengenal takut
Nirmana ; terlepas dari rasa harga diri
Nirmaya ;tanpa kebijaksanaan
Niroga ; bebas dari penyakit
Nirpataka ; terlepas dari kemalangan
Nirwasita ; bijaksana
Nirwata ; berputar
Niscala ; kokoh
Niscaya ; berketetapan hati
Niscita ; sungguh-sungguh
Nisita ; runcing
Niti ; tingkah laku yang baik dan benar
Nitijana ; berhati-hati
Nitimanta ; yang berkelakuan baik
Nitya ; tidak ada putusnya
Nityasa ;terus menerus
Niwasana ; kain, pakaian
Niwasika ; mempunyai tempat tinggal
Niyata ; dikendalikan
Nyata ; berkemampuan

O
Ogha ; wanita menderita cinta
Opal ; from the opal gemstone
Osadha ; ramuan obat
Osadhi ; obat
Osborn ; beruang yang sangat kuat
Ostha ; bibir

P
Pada ; kaki/rumah
Padapa ; tumbuh-tumbuhan
Padatala ; telapak kaki
Padika ; syair
Padma ; teratai merah
Padmarini ; indah dan tajam
Padmini ; wanita ulung
Pahang ; tangkai bunga
Paksa ; sayap/separuh bulan
Palapa ; memikat serta menarik hati
Palawa ; bersemi
Palguna ; musim ke delapan
Pana ; tangan
Panasa ; pohon nangka
Pandita ; orang yang arif bijaksana
Pandya ; orang suci dan bijaksana
Pangalasan ; jabatan, martabat
Pani ; tangan
Parabawa ; mencintai orang
Parahita ; memperhatikan kesejahteraan orang lain
Parama ; paling unggul
Paramesti ; berdiri paling depan
Paramita ; kebaikan & kebijakannya tidak terduga
Pararta ; berita
Paristuti ; sempurna kepuasannya
Pariwara ; berita iklan
Parna ; daun
Parusa ; tajam dan menusuk
Parwata ; gunung
Paryanto ; lingkaran
Paryem ; landasan
Pasa ; rantai
Pasada ; cincin
Pasi ; batu
Pastha ; bagian yang dalam
Pastika ; kristal
Pasugati ; mengunjungi
Pataka ; bendera
Patala ; bumi
Patangga ; terbang di angkasa
Patibrata ; sehidup semati
Patni ; istri
Patra ; pantas
Pawaka ; api
Pawana ; angin
Payoda ; awan, yang menghasilkan air
Pinggala ; keemasan
Pipilaka ; semut
Pita ; kuning
Praba ; cahaya, terang
Prabakti ; kasih saying
Prabala ; penting, keras dan kokoh
Prabangga ; sombong; congkak
Prabangkara ; matahari, pelukis
Prabasa ; terang benderang
Prabata ; dinihari, fajar
Prabawa ; kekuatan, tenaganya luar biasa
Pracanda ; hebat sekali
Pracara ; tampil ke depan
Pracima ; ke arah barat
Prada ; pemberian, bantuan
Pradana ; yang penting
Pradata ; jelas pandangannya
Pradipa ; lampu, cahaya, sinar
Pragiwaka ; mempunyai kewaspadaan
Praharsa ; sangat gembira
Prakasa ; terkenal
Pralapa ; perbincangan
Pralina ; larut
Pramada ; kelalaian
Pramana ; cara dapat pengetahuan secara benar
Pramatta ; bergairah
Pramoda ; kegembiraan yang berlebihan
Pramukha ; terkemuka
Prana ; nafas
Pranaja ; anak laik-laki
Pranama ; menghormati
Prapta ; tercapai
Prapti ; kekuatan yang menghasilkan sesuatu
Prasanti ; kedamaian, ketenangan
Prasara ; tersebar
Prasasta ; dipuji-puji
Prastuti ; terpuji-puji
Pratisena ; prajurit
Prawara ; paling terkemuka
Prayata ; bersifat saleh
Prayatna ; gigih usahanya
Prayoga ; penerapan pekerjaan
Priya ; cinta
Priyambada ; manis ucapannya
Priyatama ; kekasih yang utama
Punarbawa ; lahir kembali
Purajit ;penakluk benteng
Puraka ;hadir di mana-mana
Purana ; cerita lama (kuno)
Purantara ;ibukota
Purasaba ;istana
Purbani ;rendah sekali
Puri ; istana
Purwa ; permulaan
Puspamaya ; terbuat dari bunga
Puspita ; bunga
Pustaka ; buku, kitab
Pusti ; keadaan yang terpelihara dengan baik

R
Radithya ; matahari
Radmila ; bekerja untuk rakyat
Raga ; nafsu
Rajaswala ; penuh nafsu
Rajata ; perak
Rajni ; putri raja
Raksa ; perlindungan
Rakta ; berwarna merah; dipengaruhi nafsu
Ramaniya ; menyenangkan
Rania ; bangsawan
Rasa ; air
Rasendriya ; tajam semua inderanya
Rata ; kesenangan
Ratanika ; kereta perang
Ratih ; kesenangan, kegembiraan
Ratimaya ; bayangan keindahan
Ratnadewati ; gadis surga
Ratnaduhita ; wanita bagaikan permata
Ratnamaya ; bertahtakan permata
Rawi ; matahari
Rawikara ; berkas sinar matahari
Raynor ; prajurit yang kuat
Recaka ; bernafas
Resti ; bergairah
Reswara ; ulung, unggul, terkenal
Retisalya ; luka dalam hati
Rodra ; kejam
Rucira ; cemerlang
Ruciragati ; luwes
Rucita ; gemerlap
Rudira ; darah
Rudita ; ditangisi

S
Sabagya ; bahagia
Sabakti ;dengan hormat
Sabda ; bunyi
Sabha ; masyarakat terpandang
Sadagati ; angin
Sadajiwa ; hidup selamanya
Sadana ; penyelesaian
Sadara ; terhormat
Sadi ; baik, bagus, indah
Sadina ; pemilik kebaikan
Sadu ; berbudi luhur
Saduwarti ; luhur tingkah lakunya
Sadya ; dilaksanakan
Sagraha ; siap menolong
Sahardaya ; penuh perasaan
Saharsa ; bergembira
Sahasra ; seribu
Sahaya ; pembawaan
Sahir ; minuman
Sahitya ; kerukunan, solidaritas
Sahodha ; dibawa serta
Sahwahita ; bermanfaat bagi kita semua
Sahya ; mampu mempertahankan
Sajjana ; orang yang bijaksana
Saka ; dahan
Sakama ; mengerjakan dengan mudah
Sakanti ; cantik kemilau
Saki ; teman, pengiring
Sakta ; melekat, menurut kehendak hati
Sakti ; kekuatan yang hebat, energi
Sakuna ; burung
Sakunta ; burung gagak
Sakwari ; bulan
Sala ; rumah yang besar
Salindri ; pembantu wanita
Samagata ; datang bersama
Samahita ; tetap tegar, ketelitian yang besar
Samaja ; gajah
Samala ; pemenang
Samana ; nafas hidup
Samasta ; disatukan
Samba ; penuh kebajikan
Sambara ; mempersiapkan
Sambega ; dilunakan dengan kasih saying
Samboga ; kenikmatan yang lengkap
Samida ; kayu bakar
Samira ; angin
Samiti ; ayat suci
Samitra ; berteman
Samiya ; keseimbangan
Samoda ; penuh kesukaan
Sandang ; watak
Sandya ; persatuan
Sangkara ; menyebabkan kemakmuran
Sangsaya ; penuh keraguan
Santa ; tenang, sentosa
Santika ; yang mendamaikan
Santosa ; kepuasan
Santusta ; kepuasan yang sangat besar
Sapadi ; dibandingkan
Saraga ; dikuasai nafsu
Sarana ; tempat perlindungan
Sarkara ; madu
Sarpa ; ular
Sarwa ; seluruh
Sarwada ; pemberi segala sesuatu
Sarwaga ; hadir di mana-mana
Sarwari ; malam
Sarwati ; semuanya dipertimbangkan dalam hati
Sarwendah ; semuanya serba indah
Saskara ; kebenaran dan kemurnian
Sasmita ; senyum yang penuh arti
Sastra ; ilmu pengetahuan
Satwika ; menyatukan budi dan jiwa
Satya ; tulus hati
Satyawadi ; berbicara secara jujur
Sayaka ;anak panah
Sewagati ; pengabdian
Sikara ; keras melaksanakan kehendak
Sikartini ; puncak gunung
Sila ; tingkah laku
Silawarti ; berkelakuan baik
Sitala ; sejuk
Sitanggu ; bersinar dingin
Sitara ; bintang pagi
Sitaresmi ; sinar rembulan
Siwanda ; dunia
Siwarka ; matahari
Siwastuti ; melakukan pemujaan
Smara ;mengingat
Sodha ; suci, murni
Soka ; duka cita
Sokya ; kebahagiaan
Soma ; rembulan
Sonita ; darah
Sopana ; sarana untuk mencapai
Soraba ; harum, wangi
Sri ; kemakmuran
Srimaya ; kemegahan
Star ; sebuah bintang
Suba ; cemerlang
Subaga ; untung, bahagia, indah
Subrata ; teguh
Sujana ; yang saleh dan patut dihormati
Sujiwati ; jiwa yang tercinta
Sukanya ; gadis cantik
Sukti ; mutiara
Sulaksmi ; cantik
Sundara ; indah
Supala ; menghasilkan buah yang baik
Suparna ; bersayap indah
Surajana ; pahlawan
Suteja ; sangat cemerlang
Sutrapti ; sangat puas
Suwarna ; emas
Syandana ; mengalir terus

T
Tadana ; menyolok
Tadya ; tertip
Tamisra ; kejengkelan
Tandri ; kelesuan
Tantra ; bagian yang mendasar
Tantri ; kawat atau senar untuk kecapi
Tanu ; langsing
Tara ; cara yang istimewa
Taraksa ; serigala
Tarangga ; bintang
Taranggana ; kelompok bintang
Tarka ; mengira, menaksir, menduga
Tarpana ; memuaskan hati
Taruni ; gadis/perempuan muda
Tarupala ; buah
Taruwara ; pohon terbaik
Teripta ; kepuasan
Thani ; kekal, abadi
Tibra ; kuat dan keras
Tiksna ; tajam, bersemangat
Tila ; bibir
Tilaka ; tanda pengenal
Tira ; pantai
Tisti ; terkemuka
Tita ; air mata
Tiyasa ; luar biasa
Toyadi ; samudra
Tranggana ; nama bintang
Tripta ; kepuasan
Triyasa ; tiga macam jasa (perbuatan)
Tuhina ; halimun, embun yang sangat dingin
Tunas ; menerima
Tungga ; tinggi, mulia, utama
Tusara ; salju

U
Ucca ; tinggi, agung
Uccarana ; pengucapan
Uda ; air; makmur
Udadi ; lautan, samudera
Udahani ; lautan, samudra
Udaka ; air
Udana ; bernafas secara lembut
Udara ; termasyhur, agung
Udarana ; contoh yang menjelaskan
Udasina ; bebas daari cinta dan naafsu
Udaya ; muncul, terbit
Udayadri ; gunung sebelah timur
Uddhiharta ; terpilih
Udhata ; ditinggikan
Udita ; hamil
Ugra ; sangat kuasa
Uma ; lambang keberanian
Unggarana ; pengucapan
Upadasta ; contoh
Upadaya ; pengajar
Upadhana ; bantal, kasur kecil
Upakara ; pertolongan
Upala ; batu mulia
Upangga ; berkarya
Upasaka ; pemujaan
Upasama ; kemakmuran, kesentosaan
Upasanta ; pengendalian diri
Upasraya ; perlindungan
Upih ; burung bangau
Urdha ; mulia
Urdhwa ; tinggi menjulang
Urmi ; ombak samudra
Urna ; benang wol
Urni ; berpakaian wol
Usa ; malam
Usna ; panas
Usnika ; bersinar panas
Usnisa ; ikatan kepala
Ustana ; pemusatan pikiran
Ustra ; hewan onta
Utpada ; berpenghasilan
Utpadaka ; yang menghasilkan
Utpata ; terbang
Utpula ; terbuka lebar
Utsawa ; pesta besar

V
Veda ; bijaksana

W
Wahita ; dilaksana
Wahuta ; pelaksana
Wahya ; lahiriah
Wahyatma ; lahir batin
Waji ; kuda jantan
Wajini ; kuda betina
Wajna ; mengambil bagian
Wakta ; pembicara
Wala ; muda, berlimpah
Walawa ; pengembala
Waluka ; batu kerikil
Wanadri ; gunung berhutan
Wanda ; memuji
Wandira ; pohon beringin
Wangsa ; garis keturunan
Waradana ; hadiah yang bernilai
Waragang ; prajurit muda usia
Warana ; menangkis
Waraprada ; pemberi dana
Warastika ; batu kristal
Waratmaja ; anak yang unggul
Wari ; air
Warjana ; mengeluarkan
Warna ; bentuk penampilan
Warsa ; tahun
Wasa ; berkekuatan, bersinar
Wasaka ; bertempat tinggal
Wasara ; siang hari
Wasi ; ada kemauan
Wasita ; berbau harum
Wasitwa ; kakuasaan
Wastu ; berharta benda
Wasudha ; negara
Wasundara ; bumi
Wasya ; ditundukkan
Wata ; angin
Wati ; pandai, berkemampuan
Wawi ; melaksanakan segera
Wayah ; usia penuh semangat
Wayasa ; burung gagak
Wayu ; angin
Wegig ; ceroboh
Wesa ; pakaian
Wibana ; nirwana
Wibasa ; mempergunakan kekerasan
Wibawa ; berkekuatan, bersinar
Wicaksana ; bijaksana
Wicara ; mendalam pertimbangannya
Wicarana ; kebimbangan
Widita ; diketahui
Wigani ; selalu dalam pengingatan
Wigata ; berangkat
Wija ; pelipis, dahi
Wikrama ; keteguhan hati
Wilapa ; ratapan
Wilasa ; kesenangan
Wiloka ; menjadi sadar
Wirasa ; hambar
Wirasana ; bersikap pahlawan
Wirati ; membebaskan diri dari hawa nafsu
Wisala ; sangat termasyhur
Wisaya ; mempunyai daerah kekuasaan
Wiskira ; yang menyebarkan
Wisma ; bersifat universal
Wistara ; jelas dan pandai
Wisti ; karya yang diwajibkan
Wita ; kekayaan
Witana ; berjumlah banyak
Wiwara ; celah
Wiyoga ; berpisah dengan derita

Y
Yajamana ;  uang membiayai pengorbanan
Yajna ; taat sekali
Yajuh ; doa, mantera
Yakti ; penampilannya tampak jelas
Yama ; pengendalian diri
Yamanda ; dunia yama
Yamani ; neraka
Yantra ; alat, sarana
Yasa ; kemuliaan, kehormatan
Yasah ; nama harum
Yasti ; tongkat
Yatalia ; permainan pengisi waktu
Yatana ; kesengsaraan
Yatarta ; sesuai dengan keadaannya
Yatha ; menurut
Yati ; telah mengendalikan nafsunya
Yatita ; berusaha keras
Yatna ; mengerahkan tenaga
Yoga ; mencapai kesatuan
Yogi ; of the yoga practice
Yogini ; petapa wanita
Yogiswara ; pendeta, orang suci
Yogya ; patut, pantas
Yuganta ; akhir jaman