Minggu, 30 Oktober 2016

DAFTAR KOSAKATA BAHASA SANSEKERTA

BAHASA SANSEKERTA



Kata-kata bahasa Sansekerta ini saya copy dari blognya Janadarna mungkin dari beberapa teman membutuhkan kosakata bahasa sansekerta. Meskipun tidak lengkap tapi sedikit membantu dalam mengartikan beberapa kata yang belum kita ketahui maksudnya. Bahasa Sansekerta Merupakan bahasa nenek moyang orang Jawa, sampai sekarang saya tidak pernah menemui orang jawa bercakap-cakap atau mengobrol kesehariannya menggunakan bahasa sansekerta, tetapi bukan berarti bahasa sansekerta hilang begitu saja. Bahasa sansekerta digunakan oleh orang jawa dalam pemberian nama anak mereka, misalnya Aditya ; orang yang pandai dan bijaksana, maka bahasa sansekerta digunakan untuk menghindari penyebutan nama dengan kosakata sehari-hari bahasa jawa ngoko. 

A
Abhinaya;semangat
Abhipraya ; mempunyai harapan
Abhirama ; menyenangkan
Abhista ; dinginkan
Abhitah ; pemberani
Abyakta ; berkembang
Abyudaya ; makmur
Acalapati ; paling tinggi
Acarya ; pendidik, pengajar, guru
Acintya ; melampaui segalanya
Aciraba ; paling cepat
Adhidrawa ; cairan yang unggul
Adhigana ; golongan unggul
Adhikari ; istimewa
Adhimukti ; bersemangat
Adhipramana ; penguasa pertama
Adhirajasa ; tangguh
Adhyasta ; pengawas
Adi ; unggul/besar
Adibrata ; tingkah lakunya yang unggul
Adicandra ; rembulan yang indah
Adika ; yang terbaik
Adil ; tidak memihak
Adinata ; paling unggul
Aditya ; orang yang pandai dan bijaksana
Adiwangsa ; mulia
Adun ; elok
Adwaya ; tunggal
Adwitiya ; tidak ada duanya
Adyatma ; anugrah hidup
Adyuta ; menerangi
Agata ; datang/tiba
Agni ; api/panas
Agnimaya ; hangat
 Agra ; paling tinggi
Agrapana ; sumber hidup yang utama
Ahwaya ; hubungan, gabungan
Aksata ; tidak terputus
Akusara ; sukses, yakin, pasti
Anabela ; penuh kekaguman
Anaga ; seperti naga
Anagata ; masa depan
Anala ; badan, tubuh
Ananta ; tanpa batas
Anantara ; tanpa jarak
Anargya ; tidak terhingga nilainya
Angga ; tubuh, anggota badan
Anggara ; hari selasa/wewangian
Anggaraksa ; tongkat
Anggasta ; bersemanyam
Ani ; bingkai/selimut
Anjali ; penghormatan
Anjana ; perintah
Antar ; berani dalam peperangan
Antargata ; tersembunyi, terlindung
Antari ; angin
Antarlina ; melekat/menghilang
Antya ; paling akhir
Anubhawa ; kewibawaan
Anucara ; sahabat
Apsara ; meluncur, berjalan di atas air
Apta ; cerdas/lengkap/terhormat
Aptana ; mempunyai kepandaian
Aptanta ; selalu dihormati
Apti ; memperoleh/mencapai
Aradhana ; perdamaian, penghormatan
Arakata ; pelindung
Arana ; tumbuh-tumbuhan
Ararya ; golongan bangsawan
Ardhani ; suci
Ariti ; perunggu
Arjuna ; putih
Arkana ; berhati terang
Arkananta ; selalu diterangi
Arnawama ; samudra
Arsa ; kegembiraan
Arsanta ; dalam kegembiraan
Arsanti ; berhati gembira
Arsawati ; berpikir gembira
Arsono ; selalu gembira
Aruna ; merah
Arya ; bangsawan/tegas/tegap
Aryaguna ; bersifat mulia
Aryan ; daun pembungkus
Aryanta ; berhati tegas
Aryanti ; bersifat tegas
Aryasatya ; kemuliaan
Aryasuta ; putra terhormat
Asaba ; menggosok
Asadha ; pertengahan tahun
Ascarya ; tampil kedepan
Asep ; dupa wangi
Aseta ; tidak putih
Asma ; nama
Asmara ; dalam cinta
Asti ; permata
Astra ; senjata
Astramaya ; bersenjata
Astula ; luas
Astunkara ; mengiyakan
Aswa ; kuda
Aswadi ; kuda indah
Aswatama ; kuda yang hebat
Aswattha ; pohon beringin
Asweta ; keputih-putihan
Aswin ; pandai mengobati; tampan
Atharwa ; mantra penolak bahaya
Awahita ; penuh perhatian
Awyati ; langit
Ayatana ; melaksanakan

B
Babad ; tempat yang bersih
Babar ; mengembang; berhamburan
Babil ; suka membantah
Bacinah ; halaman istana
Badam ; pohon ketapang
Badama ; perang/senjata
Badasa ; tumbuh-tumbuhan berduri
Badi ; abadi/kekal/sehat
Badianto ; terselubung kesehatan
Badijan ; benar-benar sehat
Badiman ; laki-laki sehat
Badimin ; mohon kesehatan
Badiono ; dalam keadaan sehat
Badiran ; namanya abadi
Baghala ; kambing jantan
Baghali ; kambing betina
Bahiri ; ikat pinggang
Bahiscara ; tampak di luar
Bahulocana ; sangat hati-hati
Balakosa ; kekuatan dan kejayaan
Bali ; persembahan
Balin ; prajurit kehormatan
Balinda ; bijaksana
Balindra ; berbakti kepada atasan
Baluh ; bantuan
Baluku ; beruang yang sangat kuat
Balun ; menggulung
Bama ; sebelah kiri
Bana ; anak panah
Barat ; ulat, logam
Barata ; ulat, logam
Baruna ; samudra
Basanta ; musim bunga, kekuasaan yang dalam
Basita ; terkenal
Baswara ; berkilau, bercahaya
Bata ; prajurit
Batra ; anggota badan
Baudenda ; hakim
Bawika ; bermaksud baik
Baya ; kemungkinan
Bayanaka ; luar biasa
Bayu ; angin/udara/tarikan nafas
Bendara ;pengelola harta benda
Beno ; mengkilap, berseri
Bhadra ; selamat
Bhadrasana ; bermeditasi
Bhadrika ; gagah berani
Bhama ; nafsu
Bhamakerti ; berwajah tampan
Bhamana ; kaum bangsawan
Bhanu ; sinar/cahaya/terang
Bhrukuti ; bulu mata, alis
Birah ; ubi talas
Bisar ; jinak
Bono ; ramah tamah dan sopan santun
Brahma ; mantera suci
Brahmacari ; tetap suci dan murni
Brahmana ; bertindak suci
Braja ; halilintar, petir
Brama ; suka marah
Bramanta ; pengembara
Bramanty ; ksatria perang
Bramara ; lebah
Bramaraka ; rambut ikal
Bramawisata ; gemar berpergian
Brisadi ; tenda
Buat ; hebat
Bubul ; terbuka
Buntala ; tombak tajam
Buntara ; bersemangat, bergelora
Buraksa ; pohon beringin, kuda bersayap
Buwaca ; pertunjukan
Byakta ; nampak nyata
Byuha ; garis perang

C
Cadudasa ; cemerlang
Cakiyar ; ayam hutan
Calya ; tanpa cacat
Camana ; permandian suci
Camani ; air suci
Camara ; sapi jantan
Camari ; anjing
Canda ; bernafsu
Candani ; batu pualam
Canna ; tongkat cacat
Cantaka ; burung air
Carani ; bangunan indah yang kecil
Carmi ; kaca
Carola ; siap bertempur
Catra ; payung kebesaran raja
Catrasamba ; tangkai payung
Caturasmi ; empat nama
Catwari ; empat bagian
Caweni ; kain putih
Cawi ; burung srigunting
Cawuta ; jenis pakaian
Caya ; bayang-bayang/kilauan cahaya
Cayadewi ; bayangan bidadari
Cedar ; anjing buas
Cedit ; mematuhi perintah
Cekah ; terbelah
Cekeh ; melindungi
Celih ; menghindari bahaya
Cembul ; hitam
Cetta ; berpengetahuan luas
Chaitra ; pertigaan tahun
Chanda ; nyanyian suci
Chandra ; unggul, terkenal eminent, illustrious
Cheda ; belahan
Chedana ; memotong, membelah
Chesta ; tingkah laku
Chindaga ; pandan wangi
Cidra ; celah
Cihna ; sifat khas
Cindaga ; pandan wangi
Cita ; onggokan kayu
Citra ; beraneka warna
Citrakara ; pelukis
Citraloka ; catatan sejarah dunia
Citrani ; terselubung lukisan
Citrapata ; lembaran hidup
Citta ; maksud hati, pikiran
Codayati ; mengkritik
Codya ; meminta dengan paksa
Codyani ; menyetujui permintaan
Codyawacani ; berkata dengan perlahan-lahan
Cokli ; kulit tiram
Coli ; senjata tertentu
Conary ; bijaksana
Condita ; terpaksa
Cora ; dalam kegelapan
Cremin ; kaca hias
Cucur ; burung elang
Cula ; jambul naga
Cumbana ; mencium
Cumbanarasa ; kenikmatan bersenggama
Cumbita ; senTuhan lembut
Cundamani ; permata terbaik
Cunduk ; bertemu
Cuni ; permata
Curirana ; enggan bertempur
Curnita ; menyatukan
Curtina ; menyatukan
Cuta ; pohon mangga
Cutajanma ; lahir terbelah
Cwalika ; bangsa colamandala
Cyuta ; keluar

D
Dadar ; pakaian khusus, tampak
Daegal ; lahir pada waktu fajar
Dagdha ; tahan api
Dahayu ; cantik
Dahup ; cuci muka
Dakara ; sepanjang masa
Daki ; seperti laki-laki
Daksa ; cakap, ahli
Dala ; daun bunga
Dalana ; pada jalannya
Dalima ; buah delima
Dalu ; sangat besar
Daludin ; sebangsa ikan
Dama ; ikatan budi, cinta kasih
Damas ; kain sutera
Damayanti ; terpuji hatinya
Dami ; serasi
Damianto ; dalam keserasian
Damijan ; benar-benar serasi
Damilah ; tampak serasi
Damilan ; bertambah keserasiannya
Daminah ; mempunyai hati yang serasi
Damiono ; mempunyai keserasian
Damirin ; senang keserasian
Damodara ; yang bertali melilit pinggang
Damu ; air pencuci
Dan ; bersiaga
Danabrata ; tingkah laku, dewa kekayaan
Danadipa ; raja kekayaan
Danadyaksa ; penjaga kejayaan
Danakirti ; kekayaan dan kemasyhuran
Danakitri ; kemasyuran
Danapati ; rajanya kekayaan
Danasura ; orang yang sangat dermawan
Dandani ; mempersiapkan
Danendra ; raja yang kaya raya
Daniswara ; raja yang masyhur dan kaya raya
Danta ; gading gajah
Danur ; memanah/membidik
Danurwenda ; ahli membidik
Dara ; istri
Darana ; memusatkan pikiran
Darani ; bumi, tanah, sejenis mantra
Darba ; ikatan
Dardura ; katak
Dari ; mulut goa
Darpa ; kebanggaan
Darpani ; merasa bangga
Darsana ; terang penglihatannya
Darsi ; berisikan kedamaian
Darsiati ; damai hatinya
Dartoyo ; berhati jernih
Darun ; berjalan terus
Darya ; berbudi, pendapat
Dawala ; putih menyilaukan
Dawut ; berangkat
Daya ; pusat perasaan
Dayita ; kekasih
Dewani ; terselubung kemuliaan
Dewari ; muda dan mulia
Dewati ; berhati mulia
Dharma ; welas asih
Dihyan ; matahari
Dimas ; yang terkasih
Dimaz ; yang terkasih
Diyanti ; berhati matahari
Donahue ; prajurit yang tangguh
E
Ebuh ; kabut
Edok ; menempatkan diri
Emi ; unggul
Enda ; terakhir
Enes ; sendiri
Esrtungkoro ; kesanggupan menghadapi masalah
Estungkara ; kesanggupan menghadapi masalah

G
Gahyaka ; nama pujian
Gajahsora ; perkasa tenaganya
Gajendra ; perkasa
Gala ; meraung
Galar ; ramalan
Gama ; perjalanan
Gamadi ; pengelana
Gambira ; sungguh-sungguh
Gamel ; menguasai
Gana ; pasukan
Gandara ; kelompok nada suara
Gantari ; menyinari
Gardaba ; keledai
Gardana ; berjiwa pengawal
Gardapati ; pengawal berani mati
Garga ; pendeta
Garjita ; membanggakan
Garwa ; bangga
Garwita ; bangga sekali
Gasita ; dihabiskan
Gasti ; cepat
Gastiadi ; baik kecepatannya
Gastiasih ; dicintai karena kecepatannya
Gata ; telah pergi
Gatawati ; telaga
Gati ; tindakan
Gatra ; anggota tubuh
Gatra ; calon mahluk, anggota
Ghataka ; penyanyi keliling
Ginanita ; menghitung
Gita ; nyanyian/lagu
Gitarja ; nyanyian riang
Gora ; dahsyat
Graha ; buaya
Grahita ; perasaan

H
Hamdri ; menghitung emas
Hanasta ; menguasai
Hansa ; angsa
Hara ; untaian mutiara
Haraka ; pembagian
Harana ; pembawaan
Hari ; singa/dewa wisnu
Harsa ; kegembiraan
Harsani ; tajamnya kegembiraan
Harsanto ; kegembiraan yang dalam
Harsaya ; timbul dari kegembiraan
Harsika ; untuk kegembiraan
Hasita ; tertawa
Hassya ; kegembiraan
Hasta ; tangan
Hasti ; gajah
Hastin ; redup, mata gajah
Hastinah ; berbesar hati
Helga ; saleh
Hemanta ; musim dingin
Hematala ; dari daerah pegunungan utara
Hira ; intan
Hiranya ; seperti emas
Hita ; keuntungan

I
Ibha ; gajah
Ibhakara ; belalai gajah
Ica ; kehendak hati
Ihatra ; di dunia ini
Iksu ; tebu
Ina ; matahari pagi atau senja
India ; sungai
Indurasmi ; sinar rembulan
Ira ; gerakan
Ista ; dikehendaki
Istahal ; bagian yang dikehendaki
Istahar ; kehendak hidup

J
Jagaddhita ; kesejahteraan dunia
Jaghana ; bagian yang paling dalam
Jagratara ; selalu waspada
Jaladhi ; samudera
Jamanika ; tirai, tabir
Jampana ; tandu
Janaloka ; dari dunia manusia
Janardana ; menggairahkan
Janari ; muda
Janggala ; gersang
Janitra ; berderajat tinggi
Janma ; yang dilahirkan di dunia
Jantaka ; menjelma
Japa ; doa
Japari ; selalu berdoa
Jara ; lanjut usia
Javas ; cekatan
Jaya ; kemenangan, berhasil
Jayasri ; kemenangan yang cemerlang
Jayatsu ; semoga dia menag
Jina ; pemenang
Jingga ; merah terang
Jitaksara ; ahli sastra
Jiwanta ; dalam ketenangan hidup
Jiwatrisna ; ingin hidup
Jiyah ; pujian suci

K
Kama ; cinta, kasih sayang
Kamala ; teratai
Kamini ; wanita penuh kasih sayang
Kampa ; getaran
Kampana ; mempunyai getaran
Kanaka ; emas
Kanistha ; termuda
Kanta ; batas
Kara ; sinar cahaya
Kardi ; pekerjaan, kegiatan
Karma ; nasib
Kartala ; seberkas sinar, penerangan
Karunya ; perasaan belas kasihan
Karya ; pembina
Kasir ; panji, bendera
Kasmala ; patah semangat
Kastara ; termashur
Kasyapi ; bumi
Kasyara ; termasyhur
Katara ; dahsyat
Kathana ; dongengan
Kawaca ; baju perang
Kawanda ; awan
Kawi ; pujangga
Kawindra ; rajanya pujangga
Kawiswara ; yang mulia
Kawiwara ; pujangga terkenal
Kawuk ; suara gagak
Kaya ; tubuh, badan
Kayana ; dermawan
Kenzie ; peminpim yang bijaksana
Kesawa ; berambut panjang dan indah
Kewala ; sendiri
Kirana ; sinarnya cantik dan molek
Kumba ; belangga
Kunudhani ; nama yang dipuji
Kurantaka ; kain tenun berwarna kuning
Kusala ; malas
Kyati ; nama yang harum

L
Labda ; telah mencapai tujuannya
Labdagati ; berhasil, sukses
Labdajaya ; mencapai kemenangan
Labdawara ; telah menerima pemberian anugerah
Ladin ; nama bunga
Laksita ; terkenal
Laksmi ; asri, cantik, mustika
Laksmiwati ; cantik rupawan
Lalita ; yang berharga
Lamont ; ahli hokum
Lastana ; nampak kecepatannya
Lastini ; kemauannya ingin cepat
Locana ; mata
Lohita ; berwarna merah
Loka ; dunia
Lokatara ; luar biasa
Lokeswara ; raja dunia

M
Maadyama ; bermutu sedang
Madhuswara ; bersuara merdu
Madya ; tengah
Madyama ; bermutu sedang
Magada ; penyanyi
Mahacara ; bermurah hati
Mahatma ; berjiwa besar
Maheswari ; bidadari
Mahidana ;pemberian tanah
Mahidara ; gunung
Mahija ; putra bumi
Mahitala ; permukaan bumi
Mahogra ; sangat kuat
Mana ; kebanggaan
Manda ; lemah lembut
Mandaka ; menghiasi
Mandakini ; anak sungai
Mandara ; gunung laut
Mandasari ; gerakannya lemah lembut
Mandira ; bangunan suci
Mandra ; lemah lembut, halus
Mandrakanta ; maju perlahan
Marga ; jalan, sarana, jalan untuk mencapai
Margana ; anak panah
Moktika ; mutiara
Monasrita ; pendiam

N
Nadi ; sungai
Nala ; jantung hati
Nalini ; bagus, kesayangan
Nandana ; anak laki-laki
Nandini ; lembu putih
Nanditama ; tukang emas
Naranta ; berbunyi gemerincing
Nararya ; yang dimuliakan
Narasnama ; namanya suci
Nareswari ; permaisuri
Nari ; wanita
Narma ; hiburan
Nasika ; hidung
Nastapa ; mengenaskan
Nastari ; terus menerus
Nasti ; tidak, tidak ada
Nata ; raja, pemimpin
Nataka ; diangkat, diresmikan
Natha ; pelindung
Nawa ; ke sembilan, sembilan
Nawami ; yang ke sembilan
Naya ; tingkah laku
Nayaka ; prajurit, pengawal
Nayottama ; kebijaksanaan yang unggul (utama)
Nidhana ; pandai menyimpan
Nipun ;pandai, cerdik
Nirada ; pemberi air; awan
Niratmaya ; tidak memiliki pribadi
Nirbana ; kebahagiaan yang sempurna
Nirbaya ; tidak gentar, berani menghadapi bahaya
Nirbita ; tidak mengenal takut
Nirmana ; terlepas dari rasa harga diri
Nirmaya ;tanpa kebijaksanaan
Niroga ; bebas dari penyakit
Nirpataka ; terlepas dari kemalangan
Nirwasita ; bijaksana
Nirwata ; berputar
Niscala ; kokoh
Niscaya ; berketetapan hati
Niscita ; sungguh-sungguh
Nisita ; runcing
Niti ; tingkah laku yang baik dan benar
Nitijana ; berhati-hati
Nitimanta ; yang berkelakuan baik
Nitya ; tidak ada putusnya
Nityasa ;terus menerus
Niwasana ; kain, pakaian
Niwasika ; mempunyai tempat tinggal
Niyata ; dikendalikan
Nyata ; berkemampuan

O
Ogha ; wanita menderita cinta
Opal ; from the opal gemstone
Osadha ; ramuan obat
Osadhi ; obat
Osborn ; beruang yang sangat kuat
Ostha ; bibir

P
Pada ; kaki/rumah
Padapa ; tumbuh-tumbuhan
Padatala ; telapak kaki
Padika ; syair
Padma ; teratai merah
Padmarini ; indah dan tajam
Padmini ; wanita ulung
Pahang ; tangkai bunga
Paksa ; sayap/separuh bulan
Palapa ; memikat serta menarik hati
Palawa ; bersemi
Palguna ; musim ke delapan
Pana ; tangan
Panasa ; pohon nangka
Pandita ; orang yang arif bijaksana
Pandya ; orang suci dan bijaksana
Pangalasan ; jabatan, martabat
Pani ; tangan
Parabawa ; mencintai orang
Parahita ; memperhatikan kesejahteraan orang lain
Parama ; paling unggul
Paramesti ; berdiri paling depan
Paramita ; kebaikan & kebijakannya tidak terduga
Pararta ; berita
Paristuti ; sempurna kepuasannya
Pariwara ; berita iklan
Parna ; daun
Parusa ; tajam dan menusuk
Parwata ; gunung
Paryanto ; lingkaran
Paryem ; landasan
Pasa ; rantai
Pasada ; cincin
Pasi ; batu
Pastha ; bagian yang dalam
Pastika ; kristal
Pasugati ; mengunjungi
Pataka ; bendera
Patala ; bumi
Patangga ; terbang di angkasa
Patibrata ; sehidup semati
Patni ; istri
Patra ; pantas
Pawaka ; api
Pawana ; angin
Payoda ; awan, yang menghasilkan air
Pinggala ; keemasan
Pipilaka ; semut
Pita ; kuning
Praba ; cahaya, terang
Prabakti ; kasih saying
Prabala ; penting, keras dan kokoh
Prabangga ; sombong; congkak
Prabangkara ; matahari, pelukis
Prabasa ; terang benderang
Prabata ; dinihari, fajar
Prabawa ; kekuatan, tenaganya luar biasa
Pracanda ; hebat sekali
Pracara ; tampil ke depan
Pracima ; ke arah barat
Prada ; pemberian, bantuan
Pradana ; yang penting
Pradata ; jelas pandangannya
Pradipa ; lampu, cahaya, sinar
Pragiwaka ; mempunyai kewaspadaan
Praharsa ; sangat gembira
Prakasa ; terkenal
Pralapa ; perbincangan
Pralina ; larut
Pramada ; kelalaian
Pramana ; cara dapat pengetahuan secara benar
Pramatta ; bergairah
Pramoda ; kegembiraan yang berlebihan
Pramukha ; terkemuka
Prana ; nafas
Pranaja ; anak laik-laki
Pranama ; menghormati
Prapta ; tercapai
Prapti ; kekuatan yang menghasilkan sesuatu
Prasanti ; kedamaian, ketenangan
Prasara ; tersebar
Prasasta ; dipuji-puji
Prastuti ; terpuji-puji
Pratisena ; prajurit
Prawara ; paling terkemuka
Prayata ; bersifat saleh
Prayatna ; gigih usahanya
Prayoga ; penerapan pekerjaan
Priya ; cinta
Priyambada ; manis ucapannya
Priyatama ; kekasih yang utama
Punarbawa ; lahir kembali
Purajit ;penakluk benteng
Puraka ;hadir di mana-mana
Purana ; cerita lama (kuno)
Purantara ;ibukota
Purasaba ;istana
Purbani ;rendah sekali
Puri ; istana
Purwa ; permulaan
Puspamaya ; terbuat dari bunga
Puspita ; bunga
Pustaka ; buku, kitab
Pusti ; keadaan yang terpelihara dengan baik

R
Radithya ; matahari
Radmila ; bekerja untuk rakyat
Raga ; nafsu
Rajaswala ; penuh nafsu
Rajata ; perak
Rajni ; putri raja
Raksa ; perlindungan
Rakta ; berwarna merah; dipengaruhi nafsu
Ramaniya ; menyenangkan
Rania ; bangsawan
Rasa ; air
Rasendriya ; tajam semua inderanya
Rata ; kesenangan
Ratanika ; kereta perang
Ratih ; kesenangan, kegembiraan
Ratimaya ; bayangan keindahan
Ratnadewati ; gadis surga
Ratnaduhita ; wanita bagaikan permata
Ratnamaya ; bertahtakan permata
Rawi ; matahari
Rawikara ; berkas sinar matahari
Raynor ; prajurit yang kuat
Recaka ; bernafas
Resti ; bergairah
Reswara ; ulung, unggul, terkenal
Retisalya ; luka dalam hati
Rodra ; kejam
Rucira ; cemerlang
Ruciragati ; luwes
Rucita ; gemerlap
Rudira ; darah
Rudita ; ditangisi

S
Sabagya ; bahagia
Sabakti ;dengan hormat
Sabda ; bunyi
Sabha ; masyarakat terpandang
Sadagati ; angin
Sadajiwa ; hidup selamanya
Sadana ; penyelesaian
Sadara ; terhormat
Sadi ; baik, bagus, indah
Sadina ; pemilik kebaikan
Sadu ; berbudi luhur
Saduwarti ; luhur tingkah lakunya
Sadya ; dilaksanakan
Sagraha ; siap menolong
Sahardaya ; penuh perasaan
Saharsa ; bergembira
Sahasra ; seribu
Sahaya ; pembawaan
Sahir ; minuman
Sahitya ; kerukunan, solidaritas
Sahodha ; dibawa serta
Sahwahita ; bermanfaat bagi kita semua
Sahya ; mampu mempertahankan
Sajjana ; orang yang bijaksana
Saka ; dahan
Sakama ; mengerjakan dengan mudah
Sakanti ; cantik kemilau
Saki ; teman, pengiring
Sakta ; melekat, menurut kehendak hati
Sakti ; kekuatan yang hebat, energi
Sakuna ; burung
Sakunta ; burung gagak
Sakwari ; bulan
Sala ; rumah yang besar
Salindri ; pembantu wanita
Samagata ; datang bersama
Samahita ; tetap tegar, ketelitian yang besar
Samaja ; gajah
Samala ; pemenang
Samana ; nafas hidup
Samasta ; disatukan
Samba ; penuh kebajikan
Sambara ; mempersiapkan
Sambega ; dilunakan dengan kasih saying
Samboga ; kenikmatan yang lengkap
Samida ; kayu bakar
Samira ; angin
Samiti ; ayat suci
Samitra ; berteman
Samiya ; keseimbangan
Samoda ; penuh kesukaan
Sandang ; watak
Sandya ; persatuan
Sangkara ; menyebabkan kemakmuran
Sangsaya ; penuh keraguan
Santa ; tenang, sentosa
Santika ; yang mendamaikan
Santosa ; kepuasan
Santusta ; kepuasan yang sangat besar
Sapadi ; dibandingkan
Saraga ; dikuasai nafsu
Sarana ; tempat perlindungan
Sarkara ; madu
Sarpa ; ular
Sarwa ; seluruh
Sarwada ; pemberi segala sesuatu
Sarwaga ; hadir di mana-mana
Sarwari ; malam
Sarwati ; semuanya dipertimbangkan dalam hati
Sarwendah ; semuanya serba indah
Saskara ; kebenaran dan kemurnian
Sasmita ; senyum yang penuh arti
Sastra ; ilmu pengetahuan
Satwika ; menyatukan budi dan jiwa
Satya ; tulus hati
Satyawadi ; berbicara secara jujur
Sayaka ;anak panah
Sewagati ; pengabdian
Sikara ; keras melaksanakan kehendak
Sikartini ; puncak gunung
Sila ; tingkah laku
Silawarti ; berkelakuan baik
Sitala ; sejuk
Sitanggu ; bersinar dingin
Sitara ; bintang pagi
Sitaresmi ; sinar rembulan
Siwanda ; dunia
Siwarka ; matahari
Siwastuti ; melakukan pemujaan
Smara ;mengingat
Sodha ; suci, murni
Soka ; duka cita
Sokya ; kebahagiaan
Soma ; rembulan
Sonita ; darah
Sopana ; sarana untuk mencapai
Soraba ; harum, wangi
Sri ; kemakmuran
Srimaya ; kemegahan
Star ; sebuah bintang
Suba ; cemerlang
Subaga ; untung, bahagia, indah
Subrata ; teguh
Sujana ; yang saleh dan patut dihormati
Sujiwati ; jiwa yang tercinta
Sukanya ; gadis cantik
Sukti ; mutiara
Sulaksmi ; cantik
Sundara ; indah
Supala ; menghasilkan buah yang baik
Suparna ; bersayap indah
Surajana ; pahlawan
Suteja ; sangat cemerlang
Sutrapti ; sangat puas
Suwarna ; emas
Syandana ; mengalir terus

T
Tadana ; menyolok
Tadya ; tertip
Tamisra ; kejengkelan
Tandri ; kelesuan
Tantra ; bagian yang mendasar
Tantri ; kawat atau senar untuk kecapi
Tanu ; langsing
Tara ; cara yang istimewa
Taraksa ; serigala
Tarangga ; bintang
Taranggana ; kelompok bintang
Tarka ; mengira, menaksir, menduga
Tarpana ; memuaskan hati
Taruni ; gadis/perempuan muda
Tarupala ; buah
Taruwara ; pohon terbaik
Teripta ; kepuasan
Thani ; kekal, abadi
Tibra ; kuat dan keras
Tiksna ; tajam, bersemangat
Tila ; bibir
Tilaka ; tanda pengenal
Tira ; pantai
Tisti ; terkemuka
Tita ; air mata
Tiyasa ; luar biasa
Toyadi ; samudra
Tranggana ; nama bintang
Tripta ; kepuasan
Triyasa ; tiga macam jasa (perbuatan)
Tuhina ; halimun, embun yang sangat dingin
Tunas ; menerima
Tungga ; tinggi, mulia, utama
Tusara ; salju

U
Ucca ; tinggi, agung
Uccarana ; pengucapan
Uda ; air; makmur
Udadi ; lautan, samudera
Udahani ; lautan, samudra
Udaka ; air
Udana ; bernafas secara lembut
Udara ; termasyhur, agung
Udarana ; contoh yang menjelaskan
Udasina ; bebas daari cinta dan naafsu
Udaya ; muncul, terbit
Udayadri ; gunung sebelah timur
Uddhiharta ; terpilih
Udhata ; ditinggikan
Udita ; hamil
Ugra ; sangat kuasa
Uma ; lambang keberanian
Unggarana ; pengucapan
Upadasta ; contoh
Upadaya ; pengajar
Upadhana ; bantal, kasur kecil
Upakara ; pertolongan
Upala ; batu mulia
Upangga ; berkarya
Upasaka ; pemujaan
Upasama ; kemakmuran, kesentosaan
Upasanta ; pengendalian diri
Upasraya ; perlindungan
Upih ; burung bangau
Urdha ; mulia
Urdhwa ; tinggi menjulang
Urmi ; ombak samudra
Urna ; benang wol
Urni ; berpakaian wol
Usa ; malam
Usna ; panas
Usnika ; bersinar panas
Usnisa ; ikatan kepala
Ustana ; pemusatan pikiran
Ustra ; hewan onta
Utpada ; berpenghasilan
Utpadaka ; yang menghasilkan
Utpata ; terbang
Utpula ; terbuka lebar
Utsawa ; pesta besar

V
Veda ; bijaksana

W
Wahita ; dilaksana
Wahuta ; pelaksana
Wahya ; lahiriah
Wahyatma ; lahir batin
Waji ; kuda jantan
Wajini ; kuda betina
Wajna ; mengambil bagian
Wakta ; pembicara
Wala ; muda, berlimpah
Walawa ; pengembala
Waluka ; batu kerikil
Wanadri ; gunung berhutan
Wanda ; memuji
Wandira ; pohon beringin
Wangsa ; garis keturunan
Waradana ; hadiah yang bernilai
Waragang ; prajurit muda usia
Warana ; menangkis
Waraprada ; pemberi dana
Warastika ; batu kristal
Waratmaja ; anak yang unggul
Wari ; air
Warjana ; mengeluarkan
Warna ; bentuk penampilan
Warsa ; tahun
Wasa ; berkekuatan, bersinar
Wasaka ; bertempat tinggal
Wasara ; siang hari
Wasi ; ada kemauan
Wasita ; berbau harum
Wasitwa ; kakuasaan
Wastu ; berharta benda
Wasudha ; negara
Wasundara ; bumi
Wasya ; ditundukkan
Wata ; angin
Wati ; pandai, berkemampuan
Wawi ; melaksanakan segera
Wayah ; usia penuh semangat
Wayasa ; burung gagak
Wayu ; angin
Wegig ; ceroboh
Wesa ; pakaian
Wibana ; nirwana
Wibasa ; mempergunakan kekerasan
Wibawa ; berkekuatan, bersinar
Wicaksana ; bijaksana
Wicara ; mendalam pertimbangannya
Wicarana ; kebimbangan
Widita ; diketahui
Wigani ; selalu dalam pengingatan
Wigata ; berangkat
Wija ; pelipis, dahi
Wikrama ; keteguhan hati
Wilapa ; ratapan
Wilasa ; kesenangan
Wiloka ; menjadi sadar
Wirasa ; hambar
Wirasana ; bersikap pahlawan
Wirati ; membebaskan diri dari hawa nafsu
Wisala ; sangat termasyhur
Wisaya ; mempunyai daerah kekuasaan
Wiskira ; yang menyebarkan
Wisma ; bersifat universal
Wistara ; jelas dan pandai
Wisti ; karya yang diwajibkan
Wita ; kekayaan
Witana ; berjumlah banyak
Wiwara ; celah
Wiyoga ; berpisah dengan derita

Y
Yajamana ;  uang membiayai pengorbanan
Yajna ; taat sekali
Yajuh ; doa, mantera
Yakti ; penampilannya tampak jelas
Yama ; pengendalian diri
Yamanda ; dunia yama
Yamani ; neraka
Yantra ; alat, sarana
Yasa ; kemuliaan, kehormatan
Yasah ; nama harum
Yasti ; tongkat
Yatalia ; permainan pengisi waktu
Yatana ; kesengsaraan
Yatarta ; sesuai dengan keadaannya
Yatha ; menurut
Yati ; telah mengendalikan nafsunya
Yatita ; berusaha keras
Yatna ; mengerahkan tenaga
Yoga ; mencapai kesatuan
Yogi ; of the yoga practice
Yogini ; petapa wanita
Yogiswara ; pendeta, orang suci
Yogya ; patut, pantas
Yuganta ; akhir jaman

Selasa, 25 Oktober 2016

Menambah Penghasilan Tambahan Harian dengan Tikus

Anda tentu masih ingat bagaimana pemprov DKI melalui program kontrversi yang dirancang Jarot yang merupakan wakil gubernur DKI Jakarta dengan merancanag program membeli tikus hasil tangkapan warga seharga Rp. 20.000 per ekor (baca: Gerakan Basmi Tikus di Jakarta). Entah apa yang dimaksudkan Ahok Jarot dibalik program tersebut, yang pasti kita nilai baikny aja deh. Jika kita cermati, program tersebut merupakan program yang menarik, karena tikus merupakan hewan yang sering menjadi permasalahan bagi setiap orang, banyak orang yang jijik terhadap hewan tersebut. Disamping itu, tikus juga membawa penyakit seperti rabies. Baca juga Kenapa Ahok-Djarot Mewacanakan Gerakan Basmi Tikus di Jakarta? 

Tapi untuk menangkap tikus bukanlah perkara yang mudah, apalagi tikus tersebut berada di lorong-lorong. Bersembunyi di lubang dan tempat lain sebagainya yang sulit dijangkau. Tentunya anda tidak akan menjebol lubang tersebut kan hanya untuk menangkap seekor tikus, oleh karena tikus tersebut harus diakali supaya bisa ditangkap. Jebakan Tikus berikut ini bisa menjadi alternatif anda untuk menangkap tikus rumah (bukan tikus kantor). Lumayan kan kalau sehari dapat 5 kan jadinya Rp. 100.000, mayan buat penghasilan tambahan sebulan dapat 3 jt. hehe.







Setelah anda dapat banyak (tikus dan uang) dan dirasa populasi tikus sudah berkurang drastis, maka alangkah baiknya anda mengikuti saran dari Mbak Chrysti seperti yang dikutip dalam kompas berikut ini:

1. Kenali keberadaan tikus 
Lubang dan liang adalah tanda keberadaan tikus. Periksa area rumah, apakah terdapat lubang yang mencurigakan, bila ya, bisa jadi lubang tersebut merupakan lubang tikus. Segera benahi dan tutup lubang tersebut untuk mencegah tikus balik ke sarangnya. Kotoran tikus dan bau yang tidak sedap juga bisa merupakan tanda keberadaan tikus. Selain itu, perhatikan apakah terdapat jejak kaki dan jejak lemak tikus (smear). 

2. Kelola sampah dengan baik
Jangan biarkan sampah berceceran di area rumah. Pastikan juga tempat sampah yang Anda punya masih layak pakai dan tertutup dengan baik, bila perlu bersihkan secara berkala. Pengangkatan sampah dari rumah juga harus tepat waktu, jangan biarkan sampah di rumah menumpuk terlalu lama.

3. Bersihkan area rumah 
Bila ingin terbebas dari tikus, rumah harus benar-benar bersih. Bersihkan lantai secara rutin, untuk hal ini biasanya ruang dapur sering terlupakan. Mulai sekarang pastikan lantai dapur bersih, selain itu jangan lupa membersihkan peralatan dan buang sisa makanan sehabis masak. Kemas sisa makanan yang masih terpakai dengan baik dan letakan di tempat yang aman dari tikus.

4. Tutup celah masuk tikus
Seringkali tanpa disadari terdapat banyak celah masuk tikus. Celah ini terdapat pada rongga bawah pintu, celah masuk kabel pada dinding, celah jendela, maupun celah pipa paralon. Perlu diketahui bahwa tikus dapat melewati lubang sebesar 1,2 cm berbekal tulang belakang yang fleksibel. Jadi, jangan menunda terlalu lama untuk memeriksa dan menutup celah potensial yang terdapat pada area rumah Anda.

5. Rapikan barang-barang

Susun dengan baik barang-barang. Kondisi barang yang berantakan biasanya banyak terdapat di gudang dan memancing kedatangan tikus. Rapikan barang terutama di area gudang dengan menyusun barang secara sistematis. Caranya, masukan barang yang berceceran ke dalam wadah lalu susun rapi. Tumpukan barang seharusnya tidak boleh menempel ke tembok, ini untuk meminimalisasi ruang gerak tikus serta mempermudah memantau pergerakannya. 

Rabu, 14 September 2016

Daya Dukung Telur Bebek Khas Brebes

Jika anda melewati Kabupaten Brebes, di sepanjang jalur pantura akan ada etalase yang menjual oleh-oleh khas Brebes yaitu telur bebek, meskipun Brebes juga terkenal penghasil bawang merah. Telur bebek di Brebes ini sebagian besar disuplai dari sumberdaya lokal, meskipun ada yang sebagian kecil dipasok dari Jawa Timur. 

Peternakan bebek di Brebes ini berada di pesisir utara Brebes, para peternak ini jumlahnya banyak banget, jadi tidak heran kalau banyak penjual telur bebek di Brebes. Dan menurut saya, kondisi pesisir juga ideal untuk dijadikan peternakan bebek karena suplai air sebagai "hiburan bebek" maupun sebagai kebutuhan bebek juga terpenuhi. Disamping itu, makanan untuk menghasilkan telur yang berkualitas juga bagus. Ikan yang sudah tidak terpakai oleh nelayan digunakan peternak bebek sebagai salah satu nutrisi untuk pakan bebek sehingga akan meningkatkan kualitas telur bebek.

Selain ika. Yang digiling, pakan bebek ini diperoleh dari sungai yaitu enceng gondok. Pertama kali saya mengira kalau enceng gondok di sungai itu merupakan sebagai tanaman liar, ternyata enceng gondok dirajang kemudian dicampur buat makanan bebek. Bebek bebek terlihat "menyenangkan" karena bebek bebek itu hidup seperti pada habitat aslinya. 
Umur bebek ini kurang lebih 2 tahun. Mulai bertelur setelah umur satu tahun, dan jika sudah berhenti bertelur akan dijual, biasanya laku Rp. 55000 per ekor jika sudah tidak bertelur. Tapi jika masih produktif bertelur harganya Rp. 75.000 per ekor. Rata-rata harga telurnya sekitar Rp. 1500 per biji. 
Penghidupan masyarakat pesisir disini terlihat lebih menjanjikan jika dibandingkan dengan masyarakat pesisir di daerah lain. Hal ini mungkin dikarenakan karena modal sosial dan daya dukung lingkungan yang lebih tersedia dan berkelanjutan. Perwujudan dari penghidupan sosial ini berupa kualitas permukiman yang lebih baik dibandingkan dengan daerah pesisir lainnya. Demikian sedikit cerita dari saya, dan pernyataan itu hanya sebagai asumsi tanpa didukung dengan data yang akurat. Terima kasih sudah berkungjung di blog saya.

Minggu, 04 September 2016

Pernikahan Adat di Lombok Utara

Setelah lama gak pernah aktif di blog, kali ini saya ingin menulis di blog biar gak garing blog saya ini.
sesuai judul, saya ingin memposting tentang pernikahan adat di Lombok Utara. Postingan ini bersumber dari kamera pribadi saya, dan persepsi pribadi saya. jadi hal-hal yang berkaitan persepsi yang dituangkan dalam tulisan ini nantinya merupakan murni dari persepsi, dan mohon maaf bila tidak sesuai dengan kenyataan.
Pernikahan di Lombok Utara ini saya bilang cukup unik, saya sebut unik karena dalam pernikahan adat ini semua disajikan berdasarkan sederhana dan dalam lingkaran kekeluargaan tanpa adanya penurunan nilai meskipun dalam lingkup yang sederhana.
Pernikahan di Lombok Utara biasanya diawali dengan restu orang tua mempelai perempuan, dan saya rasa semua pernikahan diawali dengan restu dahulu ya. hehe.. Tapi jika restu tidak diperoleh apakah tidak terjadi pernikahan di sini? tentu tidak... karena ada kebiasaan "mencuri" mempelai perempuan. Dulu saya berpikir bahwa mencuri itu merupakan suatu candaan, tapi ternyata mencuri itu sandiwara yang direncanakan dengan maksud menjauhkan perempuan itu dari orang tua kandungnya dengan tujuan dinikahi. setelah dicuri, laki-laki yang mencuri itu lapor kepada kepala dusun sesuai rumah tinggal orang tua perempuan itu untuk disampaikan kepada orang tuanya bahwa anaknya dia bawa dengan maksud untuk dinikahi, kemudian kepala dusun bertugas sebagai mediator agar orang tua memberikan putrinya. Tidak sampai disitu, selanjutnya terjadi tawar menawar "harga perempuan" itu sesuai dengan keinginan orang tua perempuan. Jika terjadi kesepakatan, maka selanjutnya akan dilangsungkan pernikahan.
Pada kali ini, saya tidak menceritakan secara detail terkait "pencurian" tersebut, karena pada pernikahan ini diminta kepada orang tua dan orang tua mengiyakan permintaan tersebut. Oleh karena itu tidak ada proses curi-mencuri calon mempelai perempuan. Saya menoroti tentang nilai dan makna acara resepsi pada pernikahan adat di Desa tanjung, Kab. Lombok Utara ini. Kalau dari segi letak administrasi dan geografi desa Tanjung ini tergolong wilayah perkotaan di Kabupaten Lombok Utara, akan tetapi nilai-nilai kekeluargaan antar warga dan semangat gotong royong antar warga saya menilainya cukup tinggi, meskipun tidak ada data yang menyebutkan begitu, ini murni penilaian subjektif saya.
Proses pernikahan adat di Kabupaten Lombok Utara dilaksanakan sehari saja, hari-hari sebelumnya digunakan untuk persiapan pada hari H. Setelah tiba hari H, tiba saatnya acara yang dimulai dengan ijab qabul sesuai sariat islam. Pada acara ijab qabul, disaksikan oleh sebagian besar warga kampung, setelah selesai langsung dilanjutkan dengan jamuan makan-makan kepada tamu undangan. Video berikut merupakan prosesi akad nikah dan jamuan makan para undangan.



Dalam resepsi tersebut, pertama kali saya berpikiran bahwa warga disini mengesampingkan gengsi, meskipun dalam undangan tersebut undangannya banyak dari kalangan status sosialnya tinggi. Tapi mereka duduk sama rata bersila beralaskan layar atau terpal untuk menyaksikan pernikahan tersebut. Acara yang tidak mungkin terjadi di Jawa, karena seumur hidup saya di Jawa tidak pernah terjadi acara resepsi pernikahan pakai duduk bersila di atas terpal. Tidak selesai dengan itu, dalam penyajian makanan orang disini disajikan makanan yang ditaruh dalam satu tempat atau leser dalam bahasa jawa menyebutnya. Saya gak tau bahasa Indonesianya leser jadi saya pakai kata leser. Dalam satu leser tersebut biasanya untuk berempat orang/tamu. isi leser berupa nasi, sayur, lauk, kerupuk, tempat cuci tangan. Dan disana makan tidak pakai sendok, karena sudah menjadi adat bahwa makan dlam pernikahan adat pakai tangan. Suasana makan, hidangan pada resepsi pernikahan seperti pada gambar berikut:
tamu sedang makan jamuan penuh khidmat

jangan lupa sadar kamera kalau difoto

menu jamuan makan pada resepsi

Tamu undangan sedang memakan jamuan dari tuan rumah
Kalau kita amati foto-foto diatas, kita bisa membayangkan bagaimana bersahajanya mereka dalam menikmati jamuan makan siang dari tuan rumah, semua dilakukan dengan kebersamaan, duduk bersama, dan berpakaian sopan, sarungan boleh, tidak seperti pernikahan sekarang yang cenderung sebagai ajang memamerkan baju, perhiasan, make up dan apalah sejenisnya itu. Bahkan, pladen  atau anak muda yang membantu pernikahan dalam menyajikan hidangan memakai pakaian yang sederhana tidak harus seragam, hal tersebut pasti akan menjadi suatu permasalahan di Jawa, akan tetapi disini tidak. Oleh karena itu saya banyak belajar dalam upacara resepsi adat di Kabupaten Lombok Utara ini, sebenarnya banyak sekali adat pernikahan di Kabupaten Lombok Utara ini terutama di desa adat Bayan. Yang lebih menjunjung tinggi adat dibanding dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Lombok Utara. Demikian sedikit tulisan dari saya, sampai ketemu lagi pada tulisan saya yang akan datang yang gak tau akan dipublish beberapa hari, minggu, bulan, tahun lagi. hehehe

Rabu, 13 April 2016

Ketahui kode ban kendaraan anda

Pengetahuan ringan

KODE BAN MOBIL
☞ Contoh : 205/65/R1594H
↳ 205 ⇨ Lebar BAN
↳ 65 ⇨ Tinggi BAN
↳ R ⇨ Type Radial
↳ 15 ⇨ Ukuran/Ring
↳ 94 ⇨ Max Beban
↳ H ⇨ Max 210km/h
↳ S ⇨ Max 180km/h
↳ T ⇨ Max 190 km/h
↳ U ⇨ Max 200km/h
↳ V ⇨ Max 240km/h
↳ Z ⇨ >240km/h
↳ W ⇨ 270km/h
↳ Y ⇨ 300km/h
Setiap BAN ada 4 angka tercatat disisi BAN
↣ Contoh : 1316
Menunjukkan keluaran BAN baru dari pabrik pada minggu ke 13 tahun 2016
Setiap BAN, mempunyai tempo / masa  penggunaan ideal 5 tahun dari tanggal dikeluarkan dari PABRIK.

Jika...
Membeli B̲A̲N̲ ̲B̲A̲R̲U̲ pastikan tahun terkini....
Jika...
Membeli BAN dengan kode tahun yang sudah lewat, maka kita berhak untuk minta Disc dari harga List sesuai dengan ketentuan.

Contoh :
2015 Potongan Disc 20%
2014 Potongan Disc 40%
2013 Potongan Disc 60%
2012 Potongan Disc 80%

Usia BAN (BARU) bila sudah lebih dari 5 tahun, maka kondisi karet ban sudah keras karena sudah masuk kategori expired.
Dan sangat disarankan jangan dipakai, bisa membahayakan jiwa anda.

Semoga Bermanfaat..
Sumber: group whatsapp 2016