Iseng iseng posting lah...
Sampai pagi ini belum bisa tidur, gara gara pegang hp.
Seharusnya kita harus lebih bisa mengendalikan hp. Barang satu ini nih yang sering kita lupa diri, kita harus mengakui bahwa kita sering kalah melawan barang satu ini, waktunya ngumpul sama temen yang sering dilihat hp, waktu makan juga hp, nonton tv juga sering lihat hp, bahkan mau tidur kayaknya wajib hpan.
Saya sendiri tidak memungkiri bahwa masih kalah dengan hp. Ini juga masih berjuang untuk mengalahkan, entah mengalahkan dalam artian apa saya tidak tahu. Namanya aja posting iseng iseng jadi terserah mau ngomong apa.
Dan akhirnya tiba waktu Shubuh saatnya mengistirahatkan hp dan akhirnya mengistirahatkan diri dari kelonggaran waktu hari (dan setiap harinya).
Selamat membaca postingan yang tidak bermanfaat ini. :p
Kamis, 03 September 2015
Iseng Posting
Selasa, 21 Mei 2013
Hai 'malam' apakah kau mendengarnya?
Aku menyebutmu malam, karena engkau gelap hampir tak terlihat
Karena engkau indah dengan bintang dan rembulanmu.
Karena engkau dingin saat sepertiga terakhirmu.
Karena engkau sunyi dengan keheninganmu.
Karena engkau membuatku untuk selalu melewatkannya bersamamu wahai malamku.
Tapi, Ada sesuatu hal yang tidak perlu aku tulis dalam postingan ini dan tetaplah menjadi malam yang penuh misteri.
Ini bukan mimpi
Setelah sejak habis Isya' kulewati malam ini dengan nonton 3 film sekaligus. Setelah selesai, saya pergi ke kamar untuk tidur. Karena ada dua nyamuk yang mengganggu kuputuskan memburuny dengan raket penyengat nyamuk di kamar ipung... Saat kubuka pintu kamarnya.... Saya terkejut, dia lagi sholat... Alhamdulillah dia sholat, hl yang belum pernah saya lihat sekalipun sejak pertama kali saya ngekos dengannya sejak tahun 2008
Sabtu, 04 Mei 2013
Postingan kacau
Saat ini dibenakku ada pertanyaan: "berapa jumlah film yang perbah dibuat didunia sampai detik ini?" Ada yang bisa membantu menjawab pertanyaan ini?
Selama beberapa dekade terakhir, kita disuguhi berbagai macam hiburan yang sangat menghibur... Sebuah keberuntungan kita bisa hidup di jaman ini. Jaman dimana kita dilayani oleh hasil karya otak kita. Teknologi - teknologi yang membuat orang semakin dimanja. Tapi didalam film, imaginasi mereka yang liar membuahkan hasil visual yang luar biasa. Memanjakan mata ketika melihat, menghanyutkan hati dengan ceritanya. Dan impian - impian yang direalisasikan meskipun dalam bentuk imajinasi visual juga.. berapa waktu yang akan kita gunakan untuk menonton semua film yang pernah ada di dunia ini? Tapi bagaimanapun juga, saya tetap berterima kasih kepada semua penemu penemu teknologi itu.
Karena ini posting asal-asalan dan menggunakan hape jadi maklum tidak bisa menulis dengan fokus, karena saya sering typo saat menulis tulisan ini dengan keyboard disentuh ini.
Kamis, 02 Mei 2013
Pendidikan Buat Diri Sendiri
Pendidikan dalam diri sendiri mempunyai makna yang luas, seluas mata kita memandang dan telinga kita mendengar. Setiap apa yang lihat kalau kita bisa mencermati bisa menjadikan suatu hal baru untuk belajar, dan setiap yang kita dengar bisa menjadikan suatu memori untuk intropeksi diri. Itu tadi adalah hal yang idelanya kita lakukan setiap hari, tapi kenyataannya tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut,
Selasa, 30 April 2013
Apa Arti Bunga Tidur Itu?
![]() |
| http://www.anneahira.com/tafsir-mimpi-menurut-islam.htm |
Sabtu, 29 Januari 2011
Model Penelitian Pengembangan Borg and Gall (1983)
Educational research and development (R & D) is a process used to develop and validate educational products. The steps of this process are usually referred to as the R & D cycle , which consists of studying research findings pertinent to the product to be developed, developing the product based on the finding, field testing it in the setting where it wil be used eventually, and revising it to correct the deficiencies found in the field testing stage. In indicate that product meets its behaviorally defined objectives. (Borg & Gall, 1983:772)
Terjemahan:
Riset dan pengembangan bidang pendidikan (R & D) adalah suatu proses yang yang digunakan untuk mengembangkan dan mengesahkan produk bidang pendidikan. Langkah-langkah dalam proses ini pada umumnya dikenal sebagai siklus R& D, yang terdiri dari: pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan validitas komponen-komponen pada produk yang akan dikembangkan, mengembangkannya menjadi sebuah produk, pengujian terhadap produk yang dirancang, dan peninjauan ulang dan mengoreksi produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Hal itu sebagai indikasi bahwa produk temuan dari kegiatan pengembangan yang dilakukan mempunyai obyektivitas.
Dalam teknologi pembelajaran, deskripsi tentang prosedur dan langkah-langkah penelitian pengembangan sudah banyak dikembangkan. Borg & gall (1983) menyatakan bahwa prosedur penelitian pengembangan pada dasarnya terdiri dari dua tujuan utama, yaitu: (1) mengembangkan produk, dan (2) menguji keefektifan produk dalam mencapai tujuan.
Tujuan pertama disebut sebagai fungsi pengemban sedangkan tujuan kedua disebut sebagai validasi. Dengan demikkian, konsep penelitian pengembangan lebih tepat diartikan sebagai upaya pengembangan yang sekaligus disertai dengan upaya validasinya.
Borg dan Gall (1983: 775) mengajukan serangkaian tahap yang harus ditempuh dalam pendekatan ini, yaitu “research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, operational product revision, operational field testing, final product revision, and dissemination and implementation”. Secara konseptual, pendekatan penelitian dan pengembangan mencakup 10 langkah umum, sebagaimana diuraikan Borg & Gall (1983:775), seperti model di bawah ini:
Gambar: Skema prosedur pengembangan hasil adaptasi dari prosedur pengembangan Borg & Gall (Sumber: Borg & Gall, 1983:775)
Keterangan:
1. Research and information collecting; termasuk dalam langkah ini antara lain studi literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji, dan persiapan untuk merumuskan kerangka kerja penelitian;
2. Planning; termasuk dalam langkah ini merumuskan kecakapan dan keahlian yang berkaitan dengan permasalahan, menentukan tujuan yang akan dicapai pada setiap tahapan, dan jika mungkin/diperlukan melaksanakan studi kelayakan secara terbatas;
3. Develop preliminary form of product, yaitu mengembangkan bentuk permulaan dari produk yang akan dihasilkan. Termasuk dalam langkah ini adalah persiapan komponen pendukung, menyiapkan pedoman dan buku petunjuk, dan melakukan evaluasi terhadap kelayakan alat-alat pendukung;
4. Preliminary field testing, yaitu melakukan ujicoba lapangan awal dalam skala terbatas. dengan melibatkan subjek sebanyak 6 – 12 subjek. Pada langkah ini pengumpulan dan analisis data dapat dilakukan dengan cara wawancara, observasi atau angket;
5. Main product revision, yaitu melakukan perbaikan terhadap produk awal yang dihasilkan berdasarkan hasil ujicoba awal. Perbaikan ini sangat mungkin dilakukan lebih dari satu kali, sesuai dengan hasil yang ditunjukkan dalam ujicoba terbatas, sehingga diperoleh draft produk (model) utama yang siap diujicoba lebih luas;
6. Main field testing, uji coba utama yang melibatkan seluruh mahasiswa.
7. Operational product revision, yaitu melakukan perbaikan/penyempurnaan terhadap hasil uji coba lebih luas, sehingga produk yang dikembangkan sudah merupakan desain model operasional yang siap divalidasi;
8. Operational field testing, yaitu langkah uji validasi terhadap model operasional yang telah dihasilkan;
9. Final product revision, yaitu melakukan perbaikan akhir terhadap model yang dikembangkan guna menghasilkan produk akhir (final);
10. Dissemination and implementation, yaitu langkah menyebarluaskan produk/model yang dikembangkan
Skema tersebut dirujuk dari the major steps in the R & D cycle Borg dan Gall. Pengadaptasiannya diwujudkan dalam bentuk perencanaan teknis sasaran dan jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam tiap tahapnya. Sukmadinata (2010) menjelaskan ”Jika kesepuluh langkah penelitian dan pengembangan diikuti dengan benar, maka akan dapat menghasilkan suatu produk pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan”. Langkah-langkah tersebut bukanlah hal baku yang harus diikuti, langkah yang diambil bisa disesuaikan dengan kebutuhan peneliti.

